JAKARTA, iNewsSemarang.id - Sebuah agen serbaguna ini menunjang produktivitas pekerjaan yang dapat menjawab pertanyaan, membantu mengolah informasi dan mendukung berbagai tugas kerja, membuat gambar dan konten media, serta menulis dan menjalankan kode (code).
Adalah Gemini yang terintegrasi langsung dengan Google Workspace, memungkinkan pengguna memanfaatkan Gemini langsung di Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar, dengan memori, kemampuan, dan kontrol yang konsisten di seluruh aplikasi.
Selain itu juga membantu tim teknis maupun pebisnis memperoleh wawasan operasional yang dapat ditindaklanjuti dalam hitungan menit, cukup dengan mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari.
Dalam setahun terakhir, hampir 500 pelanggan Google Cloud telah memproses lebih dari satu triliun token. Kini, hampir 80% pelanggan Google Cloud menggunakan produk AI-nya, sementara hampir 90% perusahaan dalam daftar Fortune 100 telah menggunakan Gemini Enterprise.
Skala adopsi ini menunjukkan bahwa AI mulai beralih dari tahap eksperimen menuju pemanfaatan yang lebih luas dalam operasional bisnis. Kini, berbagai pekerjaan dapat dimulai dari satu kolom prompt.
“Untuk menjawab kebutuhan saat ini, Google Cloud memperkenalkan Gemini versi baru: satu agen AI serbaguna yang dapat membantu pengguna dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Juga memahami konteks bisnis dan mendukung beragam kebutuhan, mulai dari mengolah informasi dan menjawab pertanyaan hingga membuat konten dan coding, semuanya melalui satu kolom prompt,” jelas CEO Google Cloud Thomas Kurian dalam acara Gemini at Work 2026, Jumat (9/10).
“Gemini dapat merencanakan pekerjaan, memanfaatkan berbagai skills dan tools, serta terhubung dengan sistem yang digunakan perusahaan untuk membantu menghasilkan pekerjaan yang siap digunakan—langsung di dalam dokumen, inbox, dan developer environments yang sudah menjadi bagian dari alur kerja pengguna. Gemini juga memilih model yang paling sesuai untuk setiap tugas, dilengkapi kontrol biaya bawaan serta fitur keamanan, administrasi, dan tata kelola yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.
Gemini menyatukan berbagai kemampuan dalam satu agen dan satu API, mulai dari menjawab pertanyaan dan membantu menyelesaikan tugas hingga menulis serta menjalankan kode (code). Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mengolah informasi, membuat gambar dan konten media, serta mendukung beragam kebutuhan kerja tanpa harus berpindah-pindah agen.
Pengguna cukup menjelaskan tujuan yang ingin dicapai tanpa harus merinci setiap langkah pengerjaan. Gemini kemudian dapat membantu menjalankan tugas tersebut, sehingga pengguna dapat kembali untuk meninjau hasilnya setelah pekerjaan selesai. Untuk mendukung alur kerja ini, agen perlu terhubung dengan workflows pengguna, sistem pencatatan utama perusahaan, serta kontrol yang berlaku di organisasi.
Skills, Tools, dan Context
Gemini dirancang untuk memahami berbagai aspek bisnis perusahaan, mulai dari harga dan portofolio produk hingga kebiasaan kerja setiap departemen dan pengetahuan institusional yang menjadi ciri khas organisasi.
Kemampuan ini didukung oleh tiga komponen utama: tools yang menghubungkan Gemini dengan sistem perusahaan, skills yang membekalinya dengan cara kerja khusus organisasi, serta context yang membantunya mengingat informasi yang relevan.
Terintegrasi dengan Google Workspace
Gemini kini dapat dimanfaatkan langsung di Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar. Integrasi ini memungkinkan pengguna mengakses kemampuan, memori, dan kontrol Gemini secara konsisten di seluruh aplikasi, tanpa harus berpindah dari alur kerja yang sedang mereka gunakan.
Analisis Data, Rekayasa Data, dan Machine Learning
Google Cloud turut memperluas kemampuan Gemini untuk mendukung pekerjaan di bidang data, mulai dari rekayasa data dan machine learning hingga analisis operasional untuk kebutuhan bisnis.
Kemampuan baru ini dirancang untuk membantu tim teknis dan pengguna bisnis mendapatkan hasil yang dibutuhkan dengan lebih efisien.
Mengamankan dan Mengatur Tata Kelola Agen
Seiring meningkatnya penggunaan agen AI di berbagai bagian organisasi, keamanan dan tata kelola menjadi aspek penting untuk memastikan setiap agen bekerja sesuai kewenangan dan kebijakan perusahaan.
Seluruh inovasi ini, mulai dari agen hingga pengelolaan data dan identitas, berjalan di atas infrastruktur AI dan model Google Cloud. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung penggunaan AI dalam skala besar dengan biaya yang lebih efisien.
Infrastruktur AI Google Cloud menggabungkan chip yang dirancang bersama, jaringan, pusat data, dan perangkat lunak dalam satu sistem terintegrasi yang sangat teroptimasi, yaitu AI Hypercomputer. Integrasi ini menghasilkan rasio harga terhadap performa (price-performance) yang lebih baik dibandingkan konfigurasi infrastruktur generik. Google Cloud terus mengembangkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi komputasi AI.
Sebagai contoh, sistem TPU 8i terbaru Google menawarkan price-performance 80% lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan tugas agen yang kompleks dan bernilai tinggi dijalankan dengan lebih cepat dan biaya yang lebih efisien.
Di atas infrastruktur tersebut, Google menghadirkan berbagai model dengan fungsi berbeda: Argon untuk penalaran tingkat lanjut, Flash untuk kecepatan dan pemrosesan dalam volume besar, Omni untuk pembuatan media generatif, serta Gemma untuk kebutuhan komputasi edge yang ringan dengan model berbobot terbuka (open weights).
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
