SEMARANG, iNewsSemarang.id – Duka mendalam masih menyelimuti Kontingen Kabupaten Jepara atas meninggalnya atlet selam andalanya, Syabilla Rizkia Putri Raharja di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026.
Sabillah meninggal saat bertanding dalm cabang olahraga (cabor) selam Porprov Jateng 2026, di Pantai Awann Costa, Kota Semarang, pada Minggu (24/10) pagi.
Kepergian almarhumah menyisakan luka yang sangat mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, namun juga bagi seluruh insan olahraga dan masyarakat Jepara yang selama ini bangga atas berbagai prestasinya. Berikut fakta-faktanya:
1. Sempat Raih 2 Emas sebelum Insiden Tragis
Sebelum insiden tragis terjadi, Syabilla sempat menorehkan prestasi gemilang dengan mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Jepara dari cabang olahraga selam nomor kolam putri, yakni pada jarak 100 meter dan 200 meter bifins. Prestasi emas tersebut membuktikan dedikasi tinggi serta kerja keras sang atlet dalam mengukir prestasi terbaik, yang sekaligus menjadi kenangan serta kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Jepara.
2. Kronologi Awal Kejadian
Berdasarkan laporan, insiden terjadi ketika Syabilla turun berlaga dalam nomor selam laut yang diselenggarakan di perairan terbuka kawasan Pantai Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (25/10) pagi. Kronologi kejadian meninggalnya Syabilla berdasarkan informasi dari tim kesehatan Porprov Jepara mengungkapkan, insiden terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Syabila mulai mengikuti rangkaian pertandingan di arena Porprov Jateng 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, sebelum dilaporkan tenggelam ketika menyelam.
3. Situasi Menegangkan saat Tenggelam
Cabang olahraga (cabor) selam laut tersebut menuntut para atlet untuk menempuh jarak sejauh 3.000 meter menggunakan sirip di kaki serta snorkel di perairan terbuka. Lalu, situasi berubah menegangkan ketika atlet muda berbakat tersebut dilaporkan mengalami insiden tenggelam dan segera mendapat upaya pertolongan dari petugas di lokasi.
4. Sempat Melambaikan Tangan
Kapolsek Semarang Barat, AKP Darwin Tamba mengungkapkan berdasarkan informasi awal, Syabilla sempat melambaikan tangan saat memasuki putaran kedua pertandingan. ungkapnya. Akan tetapi, korban kemudian melanjutkan pertandingan. Ketika memasuki putaran ketiga, Syabilla sempat meminta pertolongan hingga akhirnya dibawa ke tepi pantai.
5. Tak Sadarkan Diri hingga Dinyatakan Meninggal di RS
Tim penyelamat dan petugas medis bergerak cepat mengangkat korban ke daratan dalam kondisi tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya dilarikan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat. Meski upaya pertolongan medis telah dikerahkan secara maksimal, takdir berkata lain, tepat pada pukul 10.00 WIB, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
6. Gemar Menekuni Olahraga Air Sejak SD
Di luar karier cemerlangnya sebagai atlet selam berprestasi, almarhumah juga dikenal sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 yang gemar menekuni olahraga air sejak duduk di bangku sekolah dasar.
7. Penghormatan Terakhir dan Doa Bersama
Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang patriot olahraga, seluruh kontingen Jepara diinstruksikan mengenakan pita hitam, sementara doa bersama dipanjatkan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
