Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang HUT Kodam IV Diponegoro, Pangdam Ziarah di Tempat Peristirahatan Terakhir Pangeran Diponegoro
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pangeran Diponegoro Didatangi Ratu Kidul saat Meditasi

Minggu, 31 Maret 2024 | 08:33 WIB
  • author Arief Setyadi
Kisah Pangeran Diponegoro Didatangi Ratu Kidul saat Meditasi
Iustrasi Ratu Kidul (Istimewa)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Pangeran Diponegoro memulai perjalanan spiritual ke selatan Yogyakarta ketika berusia sekitar 20 tahun.  Di sana, dia mendalami aktivitas meditasi untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tak hanya itu, sang pangeran juga melakukan ziarah ke beberapa situs suci di selatan Yogyakarta, termasuk Parangtritis dan Parangkusumo, sekitar tahun 1805. 

Selama masa pemerintahannya yang baru dimulai, ia sering melakukan kunjungan rutin ke tempat-tempat tersebut, bahkan kadang-kadang tinggal di Mancingan selama beberapa hari.

Di sepanjang pantai Parangkusumo, Parangwedang, dan Parangtritis, didirikan pondok-pondok kecil sebagai tempat untuk meditasi dan upacara keagamaan. 

Upacara tersebut diadakan sebagai penghormatan kepada Dewi Pantai Laut Selatan. Di Parangtritis, juga dibangun sebuah pesanggrahan kayu tempat Sultan dan pengiringnya menginap selama kunjungan mereka.

Menurut catatan Peter Carey dalam bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 : 1855", pemeliharaan bangunan-bangunan tersebut, termasuk makam Syekh Maulana, didanai oleh keraton dengan mengangkat sejumlah juru kunci yang dikenal sebagai wong putihan oleh penduduk setempat karena sering mengenakan pakaian putih.

Pada Mei 1812, seorang pengunjung asal Belanda mencatat adanya beberapa wong putihan atau juru kunci bersama seorang pemuda Jawa yang sedang menunaikan ibadah di Parangtritis. Penduduk setempat juga sering mendatangi tempat tersebut untuk berdoa atau meminta petunjuk saat mereka mengalami kesulitan.

Ketika mengunjungi Pantai Selatan pada usia 20 tahun, Diponegoro mengikuti rute tradisional dengan tujuan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Ratu Kidul. Ia tinggal di Gua Langse selama dua minggu dan berusaha untuk menyucikan dirinya. 

Ketika keadaannya semakin tenang, ia memasuki tahap semedi yang dalam, dan pada saat itulah ia menerima kunjungan dari Ratu Kidul, yang kedatangannya disertai dengan cahaya.

Namun, karena Diponegoro sedang dalam meditasi yang dalam, Ratu Kidul menyadari bahwa itu bukan saat yang tepat untuk mengganggunya, sehingga ia pergi dengan janji bahwa ia akan datang lagi pada waktu yang tepat.

Lebih dari 20 tahun kemudian, janji Ratu Kidul terwujud ketika Diponegoro berkemah di tepi Kali Progo di Kulonprogo, pada masa perang Jawa yang sengit. Meskipun tanggal persisnya tidak disebutkan, peristiwa itu tampaknya terjadi sekitar pertengahan Juli 1826, atau mungkin di tengah malam bulan purnama.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut