Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gaungkan Lights of Literacy, Pemkot Gelar Grand Final Duta Baca-Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026
Advertisement . Scroll to see content

IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif

Kamis, 15 Januari 2026 | 08:15 WIB
  • author Arni Sulistiyowati
IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif
Kota Semarang mencatatkan sejarah dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 kategori sangat tinggi sebesar 85,80, jauh melampaui rata-rata Jawa Tengah di angka 74,77. (Foto: Pemkot Semarang)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Kota Semarang mencatatkan sejarah dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 kategori sangat tinggi sebesar 85,80, jauh melampaui rata-rata Jawa Tengah di angka 74,77. Prestasi ini didukung oleh Angka Harapan Hidup (AHH) yang mencapai 78,72 tahun (78 tahun, 8 bulan), serta Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di angka 11,11 tahun, Harapan Lama Sekolah (HLS) di angka 15,58 tahun, dan Pengeluaran Per Kapita (PPP) sebesar 17,40 juta/orang/tahun.

"Capaian IPM yang jauh di atas rata-rata provinsi ini membuktikan efektivitas program kesejahteraan masyarakat yang berjalan dengan baik di Kota Semarang. Kami bangga karena angka harapan hidup 78 tahun ini mencerminkan kota yang semakin sehat dan layak huni bagi semua generasi," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng pada Rabu (14/1).

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang juga secara konsisten memperkuat fasilitas kesehatan gratis melalui peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC) dan mengoptimalkan peran Posyandu Lansia di setiap wilayah. Langkah ini memastikan bahwa tingginya umur panjang warga Kota Semarang berbanding lurus dengan kebugaran fisik dan akses medis yang mudah dijangkau.

"Kami memastikan layanan kesehatan tidak hanya tersedia di rumah sakit, tetapi juga menjemput bola hingga ke rumah-rumah lansia. Fasilitas publik seperti taman ramah lansia juga terus kami tambah agar kualitas hidup senior tetap terjaga secara mental dan sosial," tambahnya.

Selain sektor kesehatan, pertumbuhan ekonomi yang stabil mendukung daya beli masyarakat sehingga kebutuhan gizi dan pendidikan terpenuhi dengan sangat baik. Sinergi antara infrastruktur inklusif dan jaminan sosial menjadikan kota Semarang sebagai model kota ramah lansia yang unggul di Indonesia.

"Pencapaian luar biasa pada tahun 2025 ini adalah hasil kerja keras kita bersama dalam membangun ekosistem kota yang manusiawi dan inklusif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan agar kesejahteraan ini dirasakan merata oleh seluruh warga hingga usia senja," tutupnya.

Editor: Arni Sulistiyowati

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut