get app
inews
Aa Text
Read Next : Terungkap, Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Meninggal 15 Hari sebelum Ditemukan Tim SAR

Petaka Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet, Wisata Guci Porak-poranda 1 Orang Tewas

Minggu, 25 Januari 2026 | 06:57 WIB
header img
Kawasan wisata Guci Tegal porak-poranda diterjang banjir bandang pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. (Foto: Instagram).

TEGAL, iNewsSemarang.id – Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal. Curah hujan tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet selama beberapa hari terakhir memicu banjir disertai longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Luapan air sungai dari arah hulu Gunung Slamet mengalir deras membawa lumpur, pasir, batu, hingga material kayu. Derasnya banjir mengakibatkan sejumlah infrastruktur vital di kawasan wisata tersebut rusak parah.

Ada tiga jembatan utama yang menjadi jalur penghubung antarlokasi wisata dan akses menuju Desa Guci mengalami kerusakan berat hingga terputus. Jembatan tersebut berada di wilayah Jedor, Kaligung kawasan Pancuran 13, dan jembatan gantung di sekitar Pancuran 5.

Warga menyebut, peningkatan debit air terjadi secara mendadak sejak Jumat (23/1/2026) sore. Sebelum banjir melanda, suara gemuruh dari arah sungai sudah terdengar jelas. “Air naik cepat dan langsung keruh. Tidak lama kemudian arusnya sangat besar,” ungkap Taufik warga Desa Guci, Sabtu (24/1/2026).

Puncak banjir bandang Guci terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Tinggi air dilaporkan mencapai kurang lebih 7 meter. Tekanan arus yang bercampur lumpur dan pasir membuat struktur jembatan tidak mampu bertahan.

Selain memutus akses jalan, banjir bandang Guci juga merusak sejumlah fasilitas wisata. Area Pancuran 13 tertimbun lumpur tebal, beberapa lapak pedagang terseret arus, pagar pembatas di sepanjang sungai rusak, dan satu unit alat berat dilaporkan mengalami kerusakan.

Banjir Bandang Terjang Pemalang, 1 Warga Tewas
Banjir bandang juga menerjang permukiman warga di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (23/1/2026) malam. Bencana ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Gintung meluap yang menelan satu korban jiwa.

Luapan Sungai Gintung yang berhulu di lereng Gunung Slamet itu membawa arus deras disertai material kayu dan batu. Air bah menghantam rumah-rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Dari video warga yang beredar, banjir bandang datang secara tiba-tiba dengan arus kuat. Sejumlah bangunan tampak rusak akibat dihantam material yang terbawa banjir.

Akibat banjir bandang Pemalang ini, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi. Mereka menyelamatkan diri ke rumah tetangga dan sebagian lainnya ke Kantor Kecamatan Pulosari.

Kapolsek Moga Pemalang, AKP Ciptanto, menyebut korban diduga kuat terseret arus deras saat banjir bandang terjadi. "Korban diduga kuat terseret arus saat banjir bandang melanda akibat tingginya debit sungai," ujar AKP Ciptanto, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, satu korban jiwa akibat banjir bandang Pemalang berhasil diidentifikasi. Korban diketahui bernama Tanto (35), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi terhanyut dan tersangkut di ranting-ranting di tepian Sungai Tetep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Lokasi penemuan berjarak cukup jauh dari titik awal banjir bandang.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut