Senyum Semringah Ibu Sinem Dibantu Prajurit TNI Merajut Anyaman Complong
KEBUMEN, iNewsSemarang.id – Senyum semringah terpancar pada raut wajah Bu Sinem, warga lanjut usia (lansia) saat prajurit TNI membantu merajut anyaman.
Adalah Sertu Agus yang tiba-tiba mengunjungi rumahnya di di Desa Somagede, Kabupaten Kebumen, Jumat (27/2). Kehadirannya sangat berarti bagi Bu Sinem. Di tengah kerasnya perjuangan ekonomi, perhatian kecil seperti menjadi pelita besar.
Rumah Bu Sinem tak jauh dari lokasi pengecoran TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709 Kebumen. Saat didatangi Sertu Agus, Bu Sinem sedang duduk bersila. Di tangannya, helai-helai pandan berubah menjadi anyaman Complong seperti tas, dompet, topi, hingga sandal.
Sertu Agus mendekat, menanggalkan sekat antara seragam dan kehidupan warga. Ia berjongkok, menyapa hangat, memperhatikan jemari renta yang tetap lincah menari di atas anyaman.
Sertu Agus dan Bu Sinem berbincang tentang pemasaran, tentang harga bahan baku, tentang harapan agar karya tradisional tak lekang oleh zaman. “Ini bukan hanya kerajinan, Bu. Ini warisan dan kebanggaan desa,” ungkap Sertu Agus.
Komandan Kodim (Dandim) 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono menegaskan bahwa TMMD hadir sebagai wujud kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan hati. Prajurit harus menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Di Desa Somagede hari itu, rabat beton mengeras perlahan, menguatkan pijakan masa depan. Namun di sudut rumah Bu Sinem, ada hal lain yang menguat semangat seorang perajin yang merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak berjalan sendiri.
Karena sejatinya, membangun negeri tak selalu dimulai dari gemuruh besar. Kadang ia tumbuh dari sapaan hangat, dari duduk sederhana di lantai warga, dan dari anyaman pandan yang menyimpan mimpi tentang hari esok yang lebih kokoh.
Editor : Ahmad Antoni