get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapolda Cek Pos Terpadu Exit Tol Prambanan, Titik Krusial Pengamanan Arus Mudik Jateng-DIY

Harap Antisipasi, Puncak Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Terjadi di 4 Tanggal Kritis Ini

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:17 WIB
header img
Ilustrasi, arus mudik Lebaran via jalan tol. (Foto: iNews).

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Para pemudik diimbau mengantisipasi waktu atau tanggal-tanggal kritis saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Ya, pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diprediksi turun tipis menjadi 143,9 juta orang dari realisasi tahun 2025 yang menyentuh angka 146,4 juta orang. 

Namun demikian, jangan biarkan penurunan angka statistik ini menipu Anda. Pasalnya jalanan akan tetap menjadi medan ujian kesabaran yang luar biasa. 

Menghadapi kemacetan ratusan kilometer di jalur tol atau arteri tentu menguras energi berkali-kali lipat dibandingkan sekadar rutinitas menyetir bolak-balik ke kantor sejauh 120 kilometer setiap harinya. 

Terlebih lagi, memastikan kenyamanan, keamanan, dan mood tetap terjaga saat menempuh perjalanan panjang bersama keluarga tercinta adalah prioritas mutlak yang membutuhkan perencanaan waktu yang presisi. 

Atur Waktu Perjalanan, Hindari Penumpukan Kendaraan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memetakan potensi penumpukan kendaraan. "Meski turun tipis dari tahun lalu, angka ini tetap dianggap sangat besar dan memerlukan penanganan khusus. 

Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan," tegasnya dalam apel Operasi Ketupat di Monumen Nasional, Kamis (12/3/2026). 

Tanggal Ideal Keberangkatan (Arus Mudik) Pemerintah memprediksi arus mudik akan terpecah dalam dua gelombang hantaman besar. Gelombang pertama jatuh pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu di 14 hingga 15 Maret 2026.

Sementara gelombang kedua akan kembali memuncak pada pertengahan pekan berikutnya, yaitu Rabu dan Kamis 18 hingga 19 Maret 2026. Mayoritas pekerja akan memaksimalkan hari libur terdekat. Jika Anda ingin melaju dengan tenang, hindari empat tanggal tersebut. 

Waktu paling ideal untuk berangkat adalah mencuri start pada 11-12 Maret, sebelum Operasi Ketupat resmi dimulai dan volume jalan belum padat. Opsi kedua adalah memanfaatkan "mata badai" atau jeda antara dua gelombang, yakni pada Senin-Selasa, 16-17 Maret 2026. 

Tanggal Ideal Kepulangan (Arus Balik) 
Kondisi serupa terjadi pada arus balik yang juga terbagi dua gelombang. Puncak kepulangan pertama diprediksi terjadi pada Selasan dan Rabu, 24-25 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, 28-29 Maret 2026. 

Melihat pola ini, memaksa pulang pada tanggal-tanggal tersebut sama saja dengan menyerahkan diri pada kemacetan parah. Waktu ideal untuk melakukan arus balik adalah di sela-sela kedua gelombang tersebut, yaitu pada Kamis-Jumat, 26-27 Maret 2026, atau sekalian memperpanjang cuti dan baru kembali setelah Senin, 30 Maret 2026.

Infrastruktur Pengamanan Siaga Penuh Untuk mengawal dinamika lalu lintas yang masif ini, Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari penuh, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Kekuatan yang dikerahkan tidak main-main: 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait disebar ke seluruh titik krusial. 

Sebagai pusat komando dan bantuan, didirikan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu. Aparat penegak hukum juga tidak hanya fokus di jalan raya, melainkan menyebar fokus pengamanan pada 185.607 objek vital di berbagai daerah. 

Objek tersebut meliputi masjid, lokasi shalat Idul Fitri, obyek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara. "Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas," ujarnya.


 

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut