get app
inews
Aa Text
Read Next : Sukses Digelar, 3.000 Peserta Kompas Semarang 10 K Mampu Dongkrak Perekonomian Kota Semarang

Kinerja Fiskal Jateng Awal 2026 Stabil, Belanja Negara Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:00 WIB
header img
Perekonomian Jawa Tengah pada awal 2026 menunjukkan resiliensi yang kokoh, ditopang oleh indikator makroekonomi yang stabil dan kinerja fiskal yang kredibel. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Perekonomian Jawa Tengah pada awal 2026 menunjukkan resiliensi yang kokoh, ditopang oleh indikator makroekonomi yang stabil dan kinerja fiskal yang kredibel. 

Peran APBN sebagai instrumen stabilitas dan akselerator pertumbuhan tercermin dari realisasi pendapatan serta belanja negara per Februari 2026 yang efektif dalam menjaga momentum aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jateng, Arief Yanuar menjelaskan, kinerja ekonomi Jawa Tengah masih berada pada jalur ekspansi yang solid. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,84% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional, yang menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang kuat. 

Dari sisi permintaan, sebut dia, ekspor barang dan jasa berperan menjadi pendorong utama, sementara dari sisi lapangan usaha, sektor jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi.

Sehingga, optimisme masyarakat tetap terjaga meskipun mengalami sedikit moderasi. Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2026 berada pada level 126,4, masih dalam zona optimis (>100), mencerminkan ekspektasi ekonomi yang tetap positif.

Di sisi harga, tekanan inflasi masih dalam batas terkendali. Pada Februari 2026, inflasi tercatat 4,43% (yoy) dengan inflasi bulanan sebesar 0,76% (mtm). Komoditas utama seperti emas perhiasan, daging ayam ras, dan cabai rawit menjadi penyumbang utama inflasi. 

“Secara spasial, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal, sementara terendah di Kabupaten Wonosobo. Inflasi pada bulan Februari utamanya dipengaruhi oleh adanya hari besar keagamaan khususnya bulan Ramadan,” kata Arief dalam keterangan Kamis (26/3/2026).

Kesejahteraan sektor primer juga menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 116,18 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menjadi 103,45. 

Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan indeks harga yang diterima yang lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar, mencerminkan peningkatan daya beli pelaku sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, indikator sosial ekonomi juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,32%, tingkat kemiskinan turun menjadi 9,39%, serta ketimpangan (Gini Ratio) membaik menjadi 0,350. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai diikuti dengan perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat.

Perkembangan Kinerja Fiskal Regional
Kinerja fiskal Jawa Tengah hingga akhir Februari 2026 menunjukkan performa yang tetap kuat dengan fungsi intervensi yang optimal dalam menjaga aktivitas ekonomi.

Pendapatan Negara
Realisasi pendapatan negara didukung oleh kinerja positif seluruh komponen. Penerimaan negara di Jawa Tengah mencapai Rp19,43 triliun atau sebesar 14,83% dari target, terkontraksi sebesar 3,23% yoy:
-    Penerimaan pajak mencapai Rp8,70 triliun (13,76% target)
-    Penerimaan bea dan cukai sebesar Rp9,16 triliun (14,90% target)
-    PNBP sebesar Rp1,57 triliun (24,76% target), tumbuh signifikan 27,95% (yoy)

Kinerja PNBP yang positif didorong oleh pendapatan BLU yang mencapai Rp0,97 triliun dan memberikan kontribusi dominan sekitar 60% terhadap total PNBP. Pertumbuhan juga ditopang oleh peningkatan pendapatan sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan publik lainnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut