Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya
Advertisement . Scroll to see content

Viral Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia saat Diajak Orang Tuanya Naik Gunung Ungaran, Ini Kronologinya

Senin, 13 April 2026 | 15:31 WIB
  • author Muhammad Sukardi
Viral Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia saat Diajak Orang Tuanya Naik Gunung Ungaran, Ini Kronologinya
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi bayi 1,5 tahun yang mengalami hipotermia di Gunung Ungaran. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang bayi berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, viral di media sosial. 

Kejadian tragis ini menggegerkan jagat maya, karena menyoroti keputusan orang tua membawa anak naik gunung. 

Salah satu akun yang membagikan video viral ini adalah akun X @Heraloebss. Dalam unggahan tersebut diketahui kalau kejadian mengerikan ini terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. 

"Seorang batita perempuan mengalami hipotermia saat berada di jalur pendakian Gunung Ungaran, 11 April 2026," ungkap akun tersebut, dikutip Senin (13/4/2026). 

"Bayi berusia 1,5 tahun itu dibawa ayah ibunya mendaki. Saat tiba di puncak, cuaca buruk menerjang. Akibatnya, suhu tubuh bayi turun drastis hingga mengalami gejala hipotermia," imbuh akun tersebut.

Kronologi Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran

Kejadian bermula ketika pasangan suami istri dan anaknya mendaftarkan diri di Basecamp (BC) Perantunan, Bandungan, untuk melakukan pendakian tektok atau pendakian yang berarti naik dan turun dalam satu hari tanpa bermalam. 

Petugas basecamp yang dipimpin oleh pengelola bernama Wido langsung memberikan peringatan keras kepada keduanya mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Namun peringatan tersebut tidak menyurutkan tekad keduanya. Mereka menyatakan sanggup menanggung risiko dan menjamin keselamatan sang bayi. Atas pernyataan kesanggupan itu, petugas akhirnya mengizinkan mereka mendaki.

Suami Bersikeras Lanjut, Istri Minta Segera Turun

Masalah mulai muncul ketika rombongan kecil ini tiba di Pos 4 Pendakian Jalur Perantunan. Alih-alih kekompakan, pasangan suami-istri tersebut justru terlibat perselisihan. 

Sang suami bersikeras ingin melanjutkan pendakian hingga ke puncak, sementara sang istri meminta untuk segera turun kembali ke basecamp. Di tengah perdebatan orang tuanya, sang bayi mulai rewel dan menangis terus-menerus. 

Saat itu, cuaca di ketinggian memang terasa sangat dingin. Beruntung, ada anggota SAR yang sedang melakukan kegiatan SMR di sekitar lokasi.

Tim SAR segera mengambil tindakan dengan memberikan selimut darurat untuk menstabilkan suhu tubuh sang bayi sebelum kemudian dievakuasi turun bersama orang tuanya.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut