Hari Kartini, SMA Don Bosko Cetak Rekor Literasi dan Inklusi Menabung Emas dengan Peserta Terbanyak
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Ada yang istimewa dalam peringatan Hari Kartini di SMA Pangudi Luhur (PL) Don Bosko Semarang, Selasa (21//4/2026). Dalam momentum tersebut, tercipta rekor literasi dan inklusi menabung emas kolaborasi SMA PL Don Bosko dengan PT Pegadaian diikuti peserta terbanyak.
Rekor baru tersebut dicatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). “Di Hari Kartini, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia memberikan penghargaan kepada SMA PL Don Bosko dan PT Pegadaian Cabang Karangturi Semarang yang telah berhasil menciptakan dua rekor sekaligus, pertama edukasi dan literasi inklusi tentang menabung emas mendulang rupiah, kegiatan yang diikuti oleh para pelajar, guru dan karyawan sejumlah 664 peserta,” kata Paulus Pangka, Pendiri dan Ketua Umum Leprid.
“Selain itu, SMA PL Don Bosko sekolah katolik pertama yang mendirikan atau memiliki nama doa jalan salib yang pertaama di Indonesia,” imbuhnya.
Leprid sangat mendukung kegiatan SMA Don Bosko dan PT Pegadaian dalam rangka mengedukasi para pelajar/siswa untuk menabung emas. “Harapannya mereka semakin melek investasi terutama menabung emas,” ujarnya.
Sementata itu, Kepala Sekolah PL SMA Don Bosko, Heni Widiastuti menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan edukasi dan motivasi terkait investasi masa depan khususnya untuk para siswa kelas 12.
“Kami mulai dari kelas 12 dulu karena secara usia sudah dewasa, punya KTP. Sebelum pegadaian memberikan materi, saya memberikan motivasi dan berbagi pengalaman saya sendiri bahwa investasi itu sungguh sangat menguntungkan, yang penting kita konsisten melakukan investasi tak perlu banyak-banyak tapi rutin dan ternyata hasilnya luar biasa sekali. Dampaknya luar biasa, anak-anak yang punya KTP langsung membuka aplikasi dan berinvestasi,” ujarnya.
Menurutnya, korelasi Ibu Kartini kala itu memperjuangkan emansipasi wanita dan ingin para wanita bisa membaca menulis. “Itu artinya ibu Kartini punya wawasan yang visioner, pandangan yang jauh ke depan. Ini ada hubungannya dengan investasi,” ujarnya.
Heni menyampaikan bahwa para siswa mempunyai tantangan besar di tahun 2045 mendatang, sehingga perlu disiapkan investasi untuk masa yang akan datang.
“Kalau mereka berinvestasi mulai dari sekarang, hidup sederhana, menggunakan uang dengan bijaksana. Misalnya investasi maka nanti mereka akan jadi generasi unggul di tahun 2045. Tak hanya investasi prestasi, tapi juga investasi rohani dan investasi emas,” ujarnya.
Anwar Yusuf selaku Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Semarang mengatakan, di momen Hari Kartini, semangat emansipasi, semangat keluar dari kemiskinan dan kebodohan.

“Dengan hadirnya Pegadaian hari ini di sekolah PL Don Bosko, kami menginspirasi generasi muda dengan belajar berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah. Investasi yang kita tawarkan tabungan emas yang bisa diakses melalui aplikasi,” kata Anwar.
“Pesan kami berhati-hatilah dalam berinvestasi jangan kita tergoda dengan godaan bahwa investasi ini bisa mendapatkan provit jauh lebih besar dengan waktu yang singkat tentunya pelajari instrument investasi dengan baik. Belajarlah dari yang kecil jangan langsung yang besar,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni