Pelepasan Siswa SMA PL Don Bosko, Aktor Film Ini Beri Motivasi dan Bagikan Kisah Inspiratif
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Ada pemandangan yang berbeda dalam acara pelepasan siswa Kelas XII SMA Pangudi Luhur Don Bosko Tahun 2026 di Gedung Widanti, Kampus Unika Soegijapranata Semarang, Jumat (8/5/2026) sore.
Pihak sekolah menghadirkan sejumlah alumni berprestasi untuk membagikan inspirasi sekaligus pengalamannya pada masa sekolah hingga sukses dalam karier.
Salah satu alumni yang dihadirkan adalah Almanzo Konoralma (42), konsultan akting yang juga aktor yang membintangi beberapa film nasional.
Di hadapan ratusan siswa beserta orangtua yang hadir, Almanzo tampak penuh semangat membeberkan kisahnya selama sekolah hingga terjun ke dunia film.
“Saya alumni SMA PL Don Bosko lulus 2002. Saat ini bekerja sebagai konsultan akting film nasional juga menjadi aktor di beberapa film nasional. Saya menjadi konsultan akting di film Jumbo, Alila, Mencuri Raden Saleh, Glen The Movie, Abadi Nan Jaya. Saya main terakhir di Ghost in The Cell nya Joko Anwar,” ungkapnya.
Menurut Almanzo, Don Bosko telah membentuk karakter yang benar-benar luar biasa. Karen pada waktu sekolah, dirinya dikenal sebagai anak yang bandel hingga pernah tidak naik kelas.
“Saya ini salah satu murid yang bandel pernah ga naik kelas pada tahun 2000. Waktu itu wali kelas saya Pak Surono. Dan dia bilang ke saya: kamu harus tanggung jawab bukan sama sekolah tapi sama keluarga dan diri kamu,” kenangnya.
“Pak Surono bilang gitu, akhirnya saya mengulang. Saat itu saya belajar bahwa tanggung jawa itu penting kalau kita punya nilai jelek kita dihukum itu bukan hukuman tetapi itu bentuk pertanggungjawaban kita terhadap apa yang kita lalukan, resikonya itu yang harus kita hadapi,” ujar dia.
Almanzo juga menceritakan banyak pelajaran yang dipetik saat dia terlibat dalam kegiatan pecinta alam di SMA PL Don Bosko. Dia mengaku belajar banyak dan belajar bahwa untuk menuju ke puncak itu butuh perjuangan yang luar biasa dan tidak pernah ada yang menolong kita di dalam perjalanan.
“Tapi yang luar biasa adalah bahwa kita belajar bagaimana bertanggungjawab dengan diri kita dan teman-teman kita, bahwa ada tanggungjawab dan kesetiakawanan, di situ kita belajar melalui pecinta alam Don Bosko,” kata Almanzo.
Dalam kesempatan itu, dia juga menceritakan perjuangannya untuk kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia mengaku sangat minim modal bahkan benar-benar di tepi jurang.
“Waktu masuk di IKJ modal saya pas-pasan banget, di tepi jurang banget lah pokoknya. Don Bosko juga mengajari hal penting bahwa kalau mungkin kita gagal di pelajaran tapi kita tidak boleh gagal menjadi manusia, itu satu hal yang Don Bosko tanamkan pada diri saya,” ujar Almanzo.
“Mungkin kita bodoh di sekolah atau bandel tapi kita tidak boleh gagal menjadi manusia. Hal yang penting juga ketika nanti adik-adik berjuang di luar sana setelah keluar dari Don Bosko hal yang paling penting adalah bahwa waktu kita masuk sekolah kita diminta untuk belajar, tapi waktu keluar kita diminta untuk mengabdi,” ujarnya.
Artinya, kata dia, kita mungkin dididik tak hanya menjadi juara kelas, tapi k dididik menjadi juara di kehidupan kita. “Itu yang harus kita pegang bahwa pengalaman akan membentuk kita, ada tanggungjawab yang diajarkan oleh sekolah, ada kesetiakawanan yang dibentuk dari pergaulan kita dan kita harus mampu menentukan nasib kita sendiri,” tegasnya.
Sementara Ketua Komite SMA PL Don Bosko, Paulus Pangka mengatakan bahwa acara pelepasan siswa kelas 3 ini merupakan momen yang istimewa, bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi sebuah tonggak perjalanan hidup.
“Tiga tahun yang lalu, para siswa datang dengan harapan dan mimpi. Hari ini, mereka berdiri sebagai pribadi yang lebih matang, lebih berilmu, dan siap melangkah ke jenjang berikutnya,” kata Paulus.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran berbagai pihak. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru yang telah mendidik dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan kasih. Para orangtua yang senantiasa memberikan dukungan, doa, dan kepercayaan, serta Yayasan yang terus membina dan mengarahkan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Paulus berpesan kepada para siswa lulusan untuk memegang teguh nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di sekolah ini yakni kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar.
“Jadilah pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan hati yang peduli. Ingatlah, kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang kalian capai, tetapi juga tentang bagaimana kalian memberi arti bagi orang lain,” ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni