Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, RSU William Booth Semarang Terima Hibah Mobil Diagnostik Mata
SEMARANG, iNewsSemarang.id - RSU William Booth Semarang menerima hibah mobil diagnose mata dari The Rotary Foundation, Rotary Club of Kunthi sebagai host program Global Grant #2685626.
Program internasional ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara District 3420 Indonesia, District 3410 Indonesia, District 9815 Australia, District 3310 Singapura, serta District 3300 Malaysia.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Rotary Club area Semarang dan Kudus, serta Interact Sophomore Rotary Club of Surabaya Central yang merupakan komunitas pelajar binaan Rotary International. District Governor Rotary Year 2025/2026 District 3420 Indonesia.
Dyah Anggraeni selaku Primary Contact Global Grant sekaligus Ketua Pelaksana Program menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi Rotary International dalam mendukung kesehatan masyarakat berbasis preventif dan edukatif.
“Hibah ini menjadi bagian dari komitmen Rotary International dalam mendukung peningkatan kesehatan mata masyarakat, khususnya bagi anak usia dini,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Dia menyebutkan, program tersebut meliputi tiga kegiatan utama, yakni Pengadaan Mobil Diagnostik Mata lengkap dengan peralatan skrining mata mobile yang akan digunakan untuk pelayanan pemeriksaan mata gratis secara keliling di wilayah Semarang dan sekitarnya, dengan fokus utama pada anak-anak usia sekolah dasar.
Kemudian, pelatihan skrining kesehatan mata bagi minimal 300 guru Sekolah Dasar di wilayah Semarang dan Kudus mengenai dasar-dasar deteksi dini gangguan penglihatan pada anak. Penyediaan 500 kacamata gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan dan skrining mata.
RSU William Booth Semarang dipilih sebagai penerima hibah karena dedikasi dan komitmennya dalam pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat. Program ini juga terlaksana melalui kerja sama dengan PERDAMI Jawa Tengah guna memperkuat upaya peningkatan kesehatan mata, khususnya bagi anak usia dini.
Dyah Anggraeni mengatakan, kesehatan mata merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi prestasi belajar, perkembangan kognitif, hingga kualitas hidup anak di masa depan.
“Oleh karena itu, guru sekolah dasar dan tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam edukasi serta deteksi dini masalah penglihatan,” ujarnya.
Pelatihan yang diselenggarakan mengusung metode sederhana, interaktif, dan aplikatif melalui presentasi interaktif, diskusi, simulasi pemeriksaan penglihatan sederhana, serta praktik pembuatan media edukatif untuk anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan kick off pelatihan skrining mata pertama bagi 80 guru Sekolah Dasar, skrining mata gratis untuk 50 siswa SD, serta pameran layanan mobil kesehatan lainnya.
Editor : Ahmad Antoni