Pemancing yang Tenggelam di Bendung Karet Demak Ditemukan Tewas, 750 Meter dari TKP
DEMAK, iNewsSemarang.id - Pencarian Muklisin (60), pemancing yang hanyut tenggelam di area Bendung Karet Sungai Kalijajar Demak oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (10/6/2026).
“Benar korban atas nama bapak Muklisin telah ditemukan tim dalam keadaan MD di jarak kurang lebih 750 meter ke arah utara dari lokasi awal kejadian” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
“Ditemukan dalam posisi mengambang di pinggir sungai setelah dilakukan penyisiran dari titik lokasi awal. Setelah dievakuasi korban langsung kami serahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Basarnas Pos SAR Jepara beserta tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap dua orang pemancing yang dilaporkan tenggelam di Area Bendung Karet Sungai Kalijajar desa Jatirogo Bonang Demak.
Dua pemancing tersebut diketahui bernama Budi Santoso/BS (46) warga Betokan, Krajan RT 2/1 Demak dan Muklisin/M (60) asal desa Pasuruan Lor, RT 1/5 Kecamatan Jati Kudus.
Kejadian bermula saat mereka bersama beberapa orang memancing di area Bendung Karet Kalijajar pada Senin (8/6) malam. Korban BS memutuskan untuk memancing di tengah bendung yang terbuat dari karet berisi angin.
Saat memancing, sekira pukul 23.30 WIB tiba-tiba genset pompa angin yang mengisi udara karet bendungan tersebut mati sehingga perlahan-lahan bendung karet tersebut kempes.
Mengetahui hal itu, korban BS segera memutuskan kembali ke tepian sungai. Namun naas saat menyusuri bantalan karet, korban terpeleset dan hanyut tenggelam.
Korban M yang menyaksikan kejadian itu langsung berinisiatif untuk menolong. Namun nahas, Korban M ikut terpeleset dan hanyut di sungai yang berkedalaman sekitar 4 meter tersebut.
Korban pertama atas nama Budi Santoso telah ditemukan pada hari Selasa (9/6) pukul 13.15 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Dan hari ini, korban atas nama Muklisin juga akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan juga dalam keadaan meninggal dunia.
"Terimakasih atas usaha tim SAR gabungan sehingga korban lekas ditemukan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih berhati-hati lagi bila melakukan aktivitas di perairahn. Utamakan keselamatan,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni