PSIS Boyong Bek Berlabel Timnas Abduh Lestaluhu, Benteng Pertahanan Mahesa Jenar Kian Kokoh
SEMARANG, iNewsSemarang.id - PSIS Semarang resmi memboyong Abduh Lestaluhu, untuk memperkuat skuad Mahesa Jenar dalam menghadapi kompetisi musim 2026/27.
Pemain asal Ambon tersebut berposisi utama sebagai bek kiri. Abduh dikenal sebagai pemain bertahan yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Indonesia dengan karakter bermain yang disiplin serta kemampuan membantu serangan dari sisi lapangan.
Sepanjang kariernya, Abduh telah malang melintang membela sejumlah klub di kompetisi sepak bola Indonesia. Pengalaman bermain di level tertinggi serta jam terbang yang dimilikinya menjadi modal penting untuk menambah kekuatan di sektor pertahanan PSIS Semarang.
Selain pengalaman bersama klub, Abduh Lestaluhu juga memiliki rekam jejak bersama Timnas Indonesia. Ia pernah memperkuat skuad Garuda di berbagai ajang dan menjadi salah satu pemain yang memiliki pengalaman internasional.
Asisten Manager PSIS, Moch. Reza Handhika, mengungkapkan, pengalaman dan kualitas Abduh menjadi pertimbangan utama manajemen dalam merekrut pemain kelahiran Ambon tersebut.
“Selamat datang kepada Abduh Lestaluhu di keluarga besar PSIS Semarang. Abduh merupakan pemain dengan pengalaman yang sangat baik di sepak bola Indonesia, baik bersama klub maupun Timnas Indonesia. Karakter bermain, pengalaman, serta mental bertanding yang dimilikinya kami harapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim,” kata Reza, Kamis (9/7).
“Kami berharap Abduh dapat segera beradaptasi dengan tim, memberikan kontribusi maksimal, dan bersama-sama membantu PSIS mencapai target utama yaitu promosi ke Super League,” ujarnya.
Sementara itu, Abduh Lestaluhu mengaku senang dapat kembali membela tim asal Jawa Tengah dan siap memberikan kemampuan terbaiknya untuk Mahesa Jenar.
“Senang bisa kembali membela tim di Jawa Tengah, PSIS punya sejarah panjang dan salah satu tim besar. Semoga saya bisa berkontribusi untuk PSIS mewujudkan target utama yaitu promosi ke Super League. Kulanuwun Semarang!” ungkapnya.
Editor : Ahmad Antoni