Keseruan Oma Opa Lomba Pitulasan Pilah Sedotan hingga Estafet Gelas di Panti Werdha Pengayoman
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Puluhan orang tua lanjut usia (lansia) atau akrab disapa Oma Opa tampak bersemangat mengikuti lomba Pitulasan. Canda tawa dan tepuk tangan mewarnai lomba dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Panti Werdha Pengayoman di Jalan Singosari Timur Semarang, Rabu (12/8/2026).
Ya, keterbatasan usia tidak lagi menjadi penghalang bagi sekitar 60 lansia. Lomba sengaja dibuat ringan agar seluruh penghuni dapat ikut ambil bagian sekaligus melatih daya ingat, ketelitian, kesabaran, dan kerja sama.
Seperti halnya lomba memilah sedotan. Potongan sedotan harus dimasukkan ke wadah sesuai tiga warna yang telah ditentukan. Tangan-tangan yang tak lagi secepat masa muda itu bergerak perlahan, tetapi penuh perhatian.

Gemuruh sorak-sorai pecah saat para peserta mulai berpacu menyelesaikan tugas. Ada yang tertawa ketika sedotan salah masuk wadah, ada pula tepuk tangan saat seorang peserta berhasil menyelesaikannya.
Tak kalah seru saat perlombaan estafet gelas. Empat orang dalam satu regu harus bekerja sama memindahkan gelas menggunakan sedotan. Gerakannya memang tidak secepat anak muda.
Namun, justru di situlah letak keseruannya. Mereka saling menunggu, memberi aba-aba, dan berusaha menjaga gelas agar tetap berpindah hingga tujuan. Bukan soal siapa yang paling cepat, melainkan bagaimana permainan itu membuat mereka tetap bergerak dan tertawa bersama.
Menurut Yunadi Pujianto, perlombaan dalam perayaan kemerdekaan tidak perlu dibuat sulit. Justru, kesederhanaan permainan membuat seluruh penghuni panti dapat merasakan kegembiraan yang sama. ‘’Lombanya mudah dan cocok untuk orang-orang tua seperti kami. Yang penting semuanya bisa mengikuti,’’ ujarnya.
Pemimpin Unit Panti Werdha Pengayoman, Tri Subekti menjelaskan, kegiatan lomba Pitulasan ini memang sengaja digelar untuk memberikan ruang kepada para lansia menikmati suasana kemerdekaan. ‘’Ini momen yang ditunggu Oma Opa. Antusias sekali mereka mengikuti lomba,’’ jelasnya.
Dia mengatakan, setiap permainan dirancang dengan tujuan tertentu. Lomba memilah sedotan tiga warna, misalnya, menjadi sarana melatih daya ingat para lansia untuk mengenali dan mencocokkan warna.

Sementara estafet gelas dirancang untuk melatih kesabaran dan kerja sama. Setiap regu beranggotakan empat orang yang harus saling membantu menyelesaikan permainan.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tetap hidup di kalangan penghuni panti. Meski telah memasuki usia senja, mereka tetap ingin dilibatkan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. ‘’Meski mereka lansia, mereka masih menjiwai rasa kemerdekaan,’’ ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni