Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! Nelayan Tenggelam di Kali Sambong Batang saat Hendak Perbaiki Kerusakan Mesin Kapal
Advertisement . Scroll to see content

Libatkan 100 Personel, Ini Detik-Detik Evakuasi Jenazah Pendaki Terjatuh di Kawah Gunung Slamet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06 WIB
  • author Ahmad Antoni
Libatkan 100 Personel, Ini Detik-Detik Evakuasi Jenazah Pendaki Terjatuh di Kawah Gunung Slamet
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang terjadi di kawah Gunung Slamet. (Foto: Dok. Basarnas)

TEGAL, iNewsSemarang.id - Jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki yang jatuh ke kawah Gunung Slamet, akhirnya berhasil dibawa turun ke basecamp (BC) Permadi Guci. Jenazah remaja asal Sirampong Brebes tersebut tiba pada Rabu (19/8/26) dinihari pukul 02.15 WIB di BC Permadi. 

"Alhamdulillah seluruh Proses evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 dinihari dan selanjutnya akan dibawa ke Puskesmas Bumijawa Tegal untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono 

"Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,” ujarnya. 

Proses evakuasi sendiri melibatkan hampir 100 personel yang terdiri dari berbagai unsur SAR baik dari Basarnas, Koramil, Polsek, Basecamp-basecamp Pendakian sekitar Gunung Slamet, maupun potensi SAR yang berada di area Tegal, Pemalang bahkan Pekalongan dan juga warga sekitar. 

"Kami ucapkan terimakasih banyak atas segala usaha dan kerjasama yang baik antar unsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun. Tetap waspada dan kami himbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,” ujar Budiono.

Seperti diberitakan sebelumnya, M. Fahri Maulana, remaja asal Sirampong Brebes meninggal dunia saat mendaki gunung Slamet bersama 3 rekan lainnya. Mereka naik pada Senin (17/8) malam dan mencapai puncak pada Selasa (18/8) pagi. Setelah selesai muncak sekitar pukul 09.00 WIB mereka memutuskan turun. 

Namun salah satu pendaki yakni Fahri memutuskan untuk turun belakangan dan masih asyik berada di bibir kawah. Nahas, tanah yang dia pijak rapuh dan ambrol sehingga membuat korban jatuh ke kawah yang berkedalaman sekira 20 meter. 

Kejadian tersebut disaksikan pendaki lain dan segera dilaporkan ke pos Basecamp Bosapala Sawangan yang kemudian diteruskan ke Unit Siaga SAR Pemalang Kantor SAR Semarang untuk meminta pertolongan.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut