get app
inews
Aa Text
Read Next : Aturan Baru BGN: Makanan MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam usai Dimasak, Tak Boleh Dibawa Pulang

725 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal, Diduga Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 16:08 WIB
header img
Ilustrasi, korban keracunan massal. (foto: Istimewa)

REMBANG, iNewsSemarang.id – Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami mual, muntah-muntah, hingga diare massal pada Kamis (3/9/2026). Diduga mereka keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akibat kejadian itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu total. Antrean siswa menuju fasilitas sanitasi membeludak hingga toilet sekolah kelebihan kapasitas (overload). Pihak sekolah akhirnya mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa lebih awal sekitar pukul 08.30 WIB.  

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik mengungkapkan keluhan mulai dirasakan siswa dan guru secara bersamaan saat jam pelajaran berlangsung. 

"Setelah kami data per kelas, ternyata ada sekitar 20 hingga 31 anak yang mengeluhkan sakit perut dan diare. Total ada 752 siswa dan 25 guru yang terdampak. Karena toilet sekolah tidak mampu lagi menampung dan kondisi tidak terkendali, anak-anak langsung kami pulangkan," ungkap Juhartutik, Kamis (3/9/2026).  

Dampak dari gejala mual dan muntah hebat membuat kondisi beberapa korban lemas. Empat siswa dan seorang guru harus dilarikan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan medis darurat, sementara satu siswa lainnya dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. 

Ini Menu Paket MBG yang Disantap Siswa dan Guru

Berdasarkan penelusuran sekolah, para siswa dan guru mengonsumsi paket MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Lasem, pada Rabu (2/9/2026) siang. Paket tersebut berisi nasi, ayam bakar, tempe/mendoan, lalapan, sambal teri, dan potongan buah semangka yang dibungkus plastik. 

Sejumlah murid melaporkan adanya kejanggalan pada hidangan buah pencuci mulut tersebut. "Anak-anak mengeluhkan buah semangkanya terasa kecut dan berlendir. Namun, kami belum bisa memastikan secara pasti sebelum ada hasil uji laboratorium resmi dari instansi kesehatan," kata Juhartutik. 

Pihak sekolah kini telah mengamankan sampel makanan dan melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan serta jajaran Kepolisian untuk dilakukan pengujian laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut