Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Penerbangan Kembali Dibuka, Jateng Siap Sambut Kedatangan Kafilah MTQ Nasional 2026
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Ikan Sapu-Sapu Mati di Bendung Karet Sungai Juana Pati, Bau Bangkai Dikeluhkan Warga

Kamis, 10 September 2026 | 05:34 WIB
  • author Ahmad Antoni
Ribuan Ikan Sapu-Sapu Mati di Bendung Karet Sungai Juana Pati, Bau Bangkai Dikeluhkan Warga
Bangkai ikan sapu-sapu di Bendung Karet Sungai Juana Pati. (foto: istimewa)

PATI, iNewsSemarang.id – Ribuan bangkai ikan sapu-sapu melimpah di Bendung Karet Sungai Juana, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, menimbulkan bau menyengat. Ikan sapu-sapu itu mati akibat mengeringnya sungai.

Bau menyengat bangkai ikan yang berada di sepanjang aliran sungai dikeluhkan warga. Mereka mengaku terganggu saat beraktivitas di sungai.

Keluhan tersebut mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Pemerintah Kabupaten Pati (Pemkab Pati).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan, ia sudah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.

Berdasarkan keluhan warga, bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu warga. Karenanya, mereka meminta agar dibuka aliran air dari waduk,  sehingga sungai akan tergenangi. Sehingga, aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.

"Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu," kata Urip, Rabu (9/9).

Untuk penanganan bau bangkai ikan sapu-sapu, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat segera memindahkan agar bau tak lagi mengganggu. 

Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet. "Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu," ujarnya.

Untuk menyelesaikanya, diperkirakan butuh waktu sepekan. Lantaran perlu mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah. Perihal aliran air untuk pertanian, kata Urip, perlu waktu. Karena harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.

Kekeringan Bendung Karet Kali Kedua

Sementara itu, Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan, kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini adalah kali kedua. 

Sebelumnya juga terjadi pada tahun 2024. Ia meminta bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi agar tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit.

Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai. Hal itu menjadi permintaan petani yang berada di sekitar lokasi. "Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani," kata Lukito Kito.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut