Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aturan Baru BGN: Makanan MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam usai Dimasak, Tak Boleh Dibawa Pulang
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Siswa dan Orang Tua di Batang Keracunan MBG, Polisi Turun Tangan

Jum'at, 25 September 2026 | 07:53 WIB
  • author iNews TV
Ratusan Siswa dan Orang Tua di Batang Keracunan MBG, Polisi Turun Tangan
Puluhan korban dugaan keracunan MBG dirawat di lorong RSUD Batang karena kapasitas ruang perawatan penuh. (Foto: iNews TV)

BATANG, iNewsSemarang.id – Ratusan siswa dan orang tua keracunan usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Hingga Kamis (24/9/2026), total korban yang mengeluhkan mual hingga diare mencapai 411 orang.

Dari total korban tersebut, sebanyak 119 orang dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes), 20 orang masih menjalani perawatan inap di Puskesmas Bawang, dan 272 orang lainnya dinyatakan rawat jalan. 

Untuk mengusut pemicu keracunan massal ini, Polresta Batang mulai melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti serta meminta keterangan saksi-saksi.

Kapolresta Batang, Kombes Pol Warsono menegaskan, petugas telah memeriksa dua orang saksi dan menyita sisa paket makanan yang dikonsumsi warga pada Selasa (22/9/2026) untuk diuji di laboratorium Semarang. 

"Kami belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga. Kronologi sementara, makanan dikonsumsi pada Selasa lalu, dan baru pada malam harinya hingga Rabu sore muncul keluhan mual dan diare. Sampel makanan sudah kami amankan dan kirim ke laboratorium di Semarang," jelasnya.

Di sisi lain, Yayasan Bela Batang Sejahtera selaku pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh warga dan penerima manfaat yang terdampak.

Perwakilan Yayasan Bela Batang Sejahtera, Tutut Wahyuningsih, menjelaskan menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri atas nasi putih, telur saus asam manis, tahu goreng, sayuran, dan buah anggur. 

Pengelola mengeklaim proses pengolahan di dapur telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan bahan baku yang dipasok sehari sebelum penyiapan.

Buntut dari kejadian ini, operasional Dapur SPPG Bawang yang melayani 2,595 penerima manfaat dihentikan sementara guna evaluasi total. 

"Operasional dapur kami hentikan sementara untuk mendukung proses evaluasi menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, rantai distribusi, hingga keterlibatan relawan," ujar Tutut Wahyuningsih. 

Polisi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang terus mengimbau warga yang mengalami gejala serupa seperti mual, muntah, pusing, hingga demam untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut