Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global, GEKRAFS Salatiga Siap Bawa Produk Kreatif Lokal ke Manca
SALATIGA, iNewsSemarang.id - Ekonomi kreatif tidak melulu tumbuh dari modal finansial yang besar, melainkan sering kali lahir dari ide-ide sederhana di lingkungan sekitar yang dioptimalkan menggunakan teknologi.
Ketua DPC GEKRAFS Kota Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka, menyampaikan bahwa teknologi kini menjadi kekuatan nyata masyarakat yang dapat bermula dari mana saja, seperti karya anak muda yang dibuat dari kamar, laptop, kamera, dapur kecil, atau sekadar gagasan yang belum banyak dilirik orang.
Dia menegaskan bahwa tugas utama GEKRAFS Kota Salatiga adalah mengawal gagasan-gagasan tersebut agar bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui ruang komunikasi yang terbuka serta kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun iklim ekonomi yang merata, kepengurusan Dyah Ayu Pitaloka menghadirkan program YOUTHEM yang berfokus pada pembentukan ekosistem inklusif dengan merangkul kelompok rentan secara sosial dan ekonomi.
Melalui program ini, diluncurkan Bisabilitas Creative Workshop sebagai wadah pelatihan keahlian bagi penyandang disabilitas.
Sementara penguatan kapasitas perempuan difasilitasi melalui Female Entrepreneurship Hub yang membina subsektor unggulan seperti busana dan kuliner.
Guna memastikan standar kualitas serta daya saing sumber daya manusia lokal, program ini juga mengintegrasikan Sertifikasi Profesi Regional yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Potensi besar Salatiga serta kepemimpinan Dyah Ayu Pitaloka turut mendapat apresiasi langsung dari pimpinan GEKRAFS tingkat wilayah dan pusat
Bahkan sebelum pelantikan resmi dilangsungkan, beliau telah aktif membawa produk-produk kreatif asal Salatiga ke jejaring internasional, salah satunya dalam agenda pendampingan di Malaysia.
Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, optimistis DPC GEKRAFS Kota Salatiga mampu menjadi kepengurusan paling aktif di Jawa Tengah sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas melalui jaringan internasional GEKRAFS di negara-negara seperti China dan Hong Kong hingga potensi kolaborasi kota kembar.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menekankan bahwa keanekaragaman masyarakat Salatiga yang berjuluk Indonesia Mini merupakan modal sosial yang sangat berharga.
Dia menyambut baik konsep menjadikan Salatiga sebagai kawasan persinggahan besar yang nyaman guna membuka ruang usaha baru bagi para pelaku kreatif. Dengan jejaring luas GEKRAFS yang tersebar di 38 provinsi, sekitar 300 kabupaten atau kota, serta perwakilan di 18 negara, kepengurusan baru di bawah Dyah Ayu Pitaloka diharapkan mampu mengoptimalkan akses permodalan dan kebijakan pemerintah untuk menjadikan kreativitas sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi di Kota Salatiga.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar