JAKARTA, iNewsSemarang.id – Sosok Bripda Muhammad Rio mantan anggota Brimob Polda Aceh, menjadi sorotan publik Indonesia. Dia bergabung menjadi tentara bayaran (mercenaries) di Rusia untuk ikut perang di Palagan Ukraina.
Bripda Rio bertempur di Donbas, Ukraina bersama prajurit bayaran dari berbagai negara. Donbas merupakan singkatan dari Donets Basin, adalah kawasan industri kaya akan energi fosil seperti batu bara dan juga menjadi pusat industri berat yang ada di sisi Timur Ukraina.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan bahwa Bripda Rio sudah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai personel Kepolisian.
"Secara akumulatif, yang bersangkutan telah satu kali disidang KKEP atas kasus perselingkuhan, kata Joko dikutip Senin (19/1/2026).
‘’Kemudian dua kali disidang KKEP atas kasus disersi dan dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia. Artinya, yang bersangkutan telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa PTDH," ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto dan video, data paspor, serta data penumpang pesawat.
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan tercatat melakukan perjalanan dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025.
Kemudian dia melanjutkan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Haikou Meilan (HAK) pada 19 Desember 2025.
Berdasarkan hal tersebut, pada Kamis, 8 Januari 2026 dilakukan proses penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri serta permintaan pendapat dan saran hukum,’’ujarnya.
‘’Sehingga langsung dilaksanakan Sidang KKEP pertama secara in absentia, serta Sidang KKEP kedua pada Jumat, 9 Januari 2026 di ruang Sidang Bidpropam Polda Aceh," pungkasnya.
Sebelumnya, mantan Prajurit Marinir TNI AL Satria Arta Kumbara menjadi pasukan bayaran Rusia (mercenaries) untuk berperang melawan Ukraina. Satria bergabung ke Russian Special Military Operations.
Rusia sendiri diketahui mempunyai banyak tentara bayaran. Salah satu yang terkenal adalah Wagner Group yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin.
Namun Prigozhin meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat beberapa bulan setelah melancarkan pemberontakan saat akan menggulingkan pemimpin militer Kremlin.
Namun, belakangan Satria mengurungkan niatnya untuk tetap bertempur di Palagan Ukraina. Dia juga meminta kepada pemerintah untuk dapat kembali menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
