Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel

Maria Christina Malau
Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel. (Foto: X)

TEHERAN, iNewsSemarang.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dikabarkan tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke sejumlah lokasi di Iran, Sabtu (28/2/2026). 

Kematian dua pejabat penting Iran tersebut dilaporkan Reuters, mengutip dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel dan seorang pejabat regional. Hingga kini, kabar itu terverifikasi secara independen.

Operasi gabungan militer AS-Iran di Iran menargetkan berbagai titik, termasuk ibu kota Teheran. Ledakan terjadi sekitar pukul 09.27 waktu setempat di kawasan University Street dan Jomhouri, tak jauh dari markas IRGC. 

The Associated Press (AP) menyebut, satu serangan terjadi di dekat kompleks kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ledakan juga terdengar di sejumlah kota lain, seperti Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, dan Karaj.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera, serangan itu merupakan bagian dari operasi militer gabungan dengan Israel. Departemen Pertahanan AS kemudian menyebut misi tersebut bernama "Operation Epic Fury".

Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, operasi gabungan AS-Israel iu bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, melumpuhkan angkatan lautnya, serta memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir. 

Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters mengatakan operasi ini dirancang berlangsung beberapa hari. Serangan terjadi di tengah negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran. 

Beberapa hari sebelumnya, mediator Oman mengumumkan ada kemajuan pembicaraan di Jenewa. Namun, eskalasi militer menghentikan proses tersebut.

Iran telah merespons serangan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal ke Israel. Militer Israel melaporkan sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah, disertai ledakan di bagian utara negara itu. 

Selain itu, rudal Iran juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network