Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 yang bertujuan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.
Pengawalan kendaraan tangki BBM akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan lapangan, khususnya pada jalur yang mengalami peningkatan volume kendaraan, sehingga mobilitas distribusi energi tetap terjaga di tengah dinamika arus lalu lintas.
Selain memastikan distribusi energi berjalan optimal, masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kelancaran perjalanan mudik dengan menerapkan perencanaan perjalanan yang matang.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi rutin dengan berbagai stakeholder untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi dalam kondisi optimal, mulai dari Terminal BBM, armada mobil tangki, hingga layanan SPBU di jalur utama, jalur alternatif, dan kawasan wisata,” ujar Taufiq.
“Selain mengimbau masyarakat untuk mengisi BBM lebih awal sebelum memasuki jalur padat, kami juga mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai (cashless) seperti kartu debit, kartu kredit, maupun aplikasi pembayaran digital. Transaksi cashless dapat mempercepat proses layanan di SPBU sehingga membantu mengurangi antrean, khususnya pada periode puncak arus mudik dan balik,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
