Kisah Pemudik Tunanetra, Terharu Diantar Polisi Naik Turbo sampai Kampung Halaman Pemalang

Ahmad Antoni
Furqon Hidayat, pemudik tunanetra diantar polisi naik Turbo hingga ke kampung halaman. (foto: istimewa)

PEMALANG, iNewsSemarang.id - Di tengah ramainya arus mudik, Pos Terpadu Gandulan Polres Pemalang menjadi tempat singgah bagi para pemudik yang lelah dalam perjalanan. Salah satunya Furqon Hidayat (52), seorang pemudik penyandang tunanetra asal Jakarta.

Furqon turun dari bus di simpang empat Gandulan. Dengan keterbatasannya, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Desa Pamutih, Kecamatan Ulujami. Dia berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum.

Melihat kondisi tersebut, petugas yang berjaga di Pos Gandulan segera menghampiri dan mengajak Furqon beristirahat di Pos Terpadu. 

Di sana, ia di persilahkan beristirahat sambil di berikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa. “Alhamdulillah, pelayanannya luar biasa. Saya dikasih makanan untuk berbuka,” ungkap Furqon, Kamis (19/3/2026). 

Furqon sempat berpikir harus kembali menunggu angkutan. Namun di luar dugaannya, Polisi tersebut justru menyiapkan kendaraan untuk mengantarkannya langsung ke tujuan.

“Awalnya saya mau nunggu Elf, tapi malah mau diantar Polisi sampai ke rumah. Masya Allah, saya sangat terbantu,” katanya.

Dengan kendaraan Turbo (Tanggap Urgent Bantuan Polisi) milik Polres Pemalang, Furqon melanjutkan perjalanan dengan aman hingga ke kampung halamannya yang berjarak 30 menit perjalanan naik mobil.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Personel kami tidak hanya berjaga, tetapi juga harus peka melihat kondisi di lapangan. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, maka harus segera ditindaklanjuti. Itu yang kami tekankan selama pengamanan mudik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyampaikan bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dari upaya menghadirkan mudik yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan akses pelayanan yang sama. Kehadiran pos terpadu juga sebagai titik bantuan bagi siapa pun yang membutuhkan,” jelasnya.

Bagi Furqon, pengalaman ini menjadi momen yang tidak terlupakan. Ia merasa perjalanan mudiknya menjadi lebih ringan berkat bantuan dari petugas. “Terima kasih kepada bapak Polisi, yang telah banyak membantu saya,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network