“Kementerian Luar Negeri, melalui KBRI Tehran bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait di Iran untuk mendukung kelancaran perlintasan kapal Indonesia,” jelasnya.
Meski komunikasi terus berjalan, Yvonne mengakui bahwa proses di lapangan tidaklah sederhana. Ada berbagai prosedur yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan melintas kembali, terutama di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.
“Terdapat sejumlah aspek teknis dan mekanisme operasional di lapangan yang masih perlu diperhatikan,” katanya.
Dia menegaskan, fokus utama saat ini bukan sekadar kelancaran distribusi logistik, melainkan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang bertugas di kapal tersebut.
“Keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya menjadi prioritas Pemerintah Indonesia saat ini,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
