Tawuran Maut Antargeng Kampung Pecah di Salatiga, 1 Orang Tewas 3 Luka

iNews TV
Ilustrasi tawuran. (foto: istimewa)

SALATIGA, iNewsSemarang.id - Tawuran maut dua geng kampung terjadi di Jalur Lingkar Selatan, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Tawuran mengakibatkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka. Pemicu tawuran diduga demi mencari eksistensi di media sosial.

Tawuran pecah setelah kedua kelompok yang berasal dari Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dan Kecamatan Pabelan, Kota Salatiga, sepakat bertemu di lokasi yang telah ditentukan. Setibanya di lokasi, kedua kubu yang datang menggunakan sepeda motor langsung saling serang.

Dalam bentrokan tersebut, para pelaku menggunakan berbagai jenis senjata tajam (sajam) berukuran besar. Selain itu, sebagian pelaku juga membawa air keras yang digunakan untuk menyerang lawan.

Dalam kejadian berdarah itu, empat orang terluka akibat sabetan sajam dan siraman air keras hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah empat hari mendapatkan perawatan intensif, satu korban tewas.

Saat ini korban telah dimakamkan, sedangkan tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Barokah karena terluka di bagian punggung, jari dan tubuh akibat serangan senjata tajam.

Polisi Tangkap 7 Orang dan Sita Belasan Sajam

Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi mengatakan bahwa Satreskrim Polres Salatiga telah menangkap tujuh orang yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut.

"Empat korban, yang satu akibat penyiraman air keras dilakukan perawatan di rumah sakit empat hari kemarin sore kita mendapat kabar yang bersangkutan meninggal dunia. Yang tiga korban lainnya ada yang terkena tusukan di punggung, ada sabetan di tangan," ujar AKBP Ade, Rabu (8/7/2026).

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa belasan senjata tajam, pakaian yang dikenakan saat tawuran, serta handphone (HP)  yang diduga digunakan untuk membuat janji melalui media sosial.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi tawuran yang diduga dipicu keinginan mencari pengakuan dan eksistensi di media sosial.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network