Hasyim mengatakan, sejak dibentuk Gubernur pada Nopember 2025 lalu, Pemprov Jateng menugaskan kepada LFSP untuk menjalankan seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren. Ini perwujudan Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.
"Ini kepedulian Pemprov Jateng kepada pesantren di Jawa Tengah. Di luar sana banyak beasiswa, tetapi kemungkinan santri salaf sulit untuk bisa masuk, karena itu pemprov secara spesial memberi kesempatan emas ini. Semoga program ini berkah untuk semuanya," ujarnya, Minggu (26/7).
Menurutnya, program ini sudah disosialisasikan sejak setahun lalu baik secara daring maupun luring. Informasi program ini dapat diakses melalui aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni), yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore.
Petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui laman www.jatengprov.go.id. Program beasiswa tahun 2026 ini adalah perdana. Tahun-tahun berikutnya akan dibuka lagi.
Ketua Panitia Seleksi Beasiwa Santi dan Pengasuh Pesantren Pemprov Jateng, Wahid Abdulrahman, menyampaikan, materi wawancara meliputi empat hal, meliputi
kemampuan membaca kitab kuning (50 persen), hafalan Al-Qur’an (20 persen), wawasan kebangsaan (15 persen), dan Kepesantrenan (15 persen).
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
