SEMARANG, iNewsSemarang.id – Yonif 400 Banteng Raiders berhasil merebut juara I dalam Lomba Peleton Tangkas (Tontangkas) Periode II TA 2026 Kodam IV Diponegoro. Untuk juara II diraih Yonif TP 888/SS dan Yonif TP 838/PW sebagai Juara III.
Lomba Tontangkas yang berlangsung sejak Senin (27/7) lalu, resmi ditutup oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin di Lapangan Makodam, Jumat (31/7/2026). Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung aman, tertib dan lancar serta menjadi ajang pembinaan kemampuan prajurit yang penuh semangat, sportivitas dan jiwa korsa.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai materi perlombaan yang menguji kemampuan fisik, ketahanan mental, keterampilan dasar keprajuritan, hingga kekompakan dalam tim. Setiap satuan menampilkan kemampuan terbaiknya sebagai hasil dari pembinaan dan latihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, wasit, serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Peleton Tangkas bukan sekadar kompetisi untuk meraih gelar juara, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan satuan sekaligus sarana mengevaluasi kesiapan prajurit dalam menghadapi tuntutan tugas.
“Selamat kepada para pemenang sekaligus berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik Kodam IV/Diponegoro pada berbagai ajang maupun pelaksanaan tugas,” ujar Pangdam.
Pangdam berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi agar tetap menjadikan hasil perlombaan sebagai pengalaman berharga untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan.
“Semangat pantang menyerah, disiplin dan kemauan untuk terus berkembang diyakini menjadi kunci lahirnya prajurit yang profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Pangdam Diponegoro menegaskan bahwa pembinaan prajurit harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya menjelang perlombaan.
“Dengan latihan yang terencana dan berkesinambungan, setiap satuan akan senantiasa siap memberikan kemampuan terbaik kapan pun dibutuhkan, sehingga kesiapan operasional Kodam IV/Diponegoro terus terpelihara dalam mendukung keberhasilan setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Kunci Keberhasilan Yonif 400/BR Juara di Tontangkas
Komandan Yonif 400/BR, Letkol Inf Dendi Nurwidiyansyah menyampaikan ucapan selamat serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Tontangkas yang telah berjuang dengan penuh semangat, disiplin, dan kerja keras sehingga mampu mengharumkan nama satuan.
”Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada para pelatih, pendukung, tim pendamping, serta seluruh personel yang telah memberikan dukungan, tenaga, dan pikirannya selama proses latihan hingga perlombaan berlangsung. Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kebersamaan kita semua,” kata Letkol Dendi.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Persit yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada para prajurit. Menurutnya, doa dan ketulusan keluarga menjadi kekuatan yang sangat berarti dalam setiap keberhasilan yang raih.
”Saya berpesan kepada seluruh prajurit, keberhasilan ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Sebagai seorang juara, kita harus tetap rendah hati, tidak sombong, dan terus meningkatkan kemampuan. Prestasi yang kita capai hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan menjadi motivasi untuk terus berlatih,” ujarnya.
Danyonif BR mengingatkan bahwa tantangan yang sesungguhnya sudah menanti di depan. ”Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan penugasan ke Papua. Di sanalah profesionalisme, mental juang, disiplin, loyalitas, dan kekompakan kita akan benar-benar diuji,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia meminta prajurit menjadikan prestasi ini sebagai penyemangat untuk terus mempersiapkan diri sehingga mampu melaksanakan tugas dengan aman, berhasil, dan membawa kehormatan bagi Yonif 400/Banteng Raiders.
”Pertahankan semangat, jaga kekompakan, tetap rendah hati, dan teruslah berlatih demi kejayaan satuan serta pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
