Kepala Barantin Cek Dugaan Sertifikat Karantina Palsu di Tanjung Emas, Ancam Suspend Importir

Ahmad Antoni
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding turun tangan mengecek dugaan penggunaan sertifikat karantina palsu pada pemasukan tepung kedelai asal China di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (5/8/2026). (Foto: Istimewa).

Menurutnya, dokumen karantina merupakan instrumen penting untuk menjamin media pembawa yang masuk ke Indonesia memenuhi persyaratan kesehatan serta aman dari risiko hama dan penyakit.

Selain meninjau penanganan kasus tersebut, Karding juga menyaksikan langsung pemeriksaan karantina terhadap dua kontainer berisi 32 ton butter milk powder asal Selandia Baru. Setelah dokumen administrasi dinyatakan lengkap, komoditas tersebut menjalani pemeriksaan fisik dan kesehatan sesuai prosedur karantina.

Karding menegaskan pengawasan di seluruh pintu pemasukan akan terus diperkuat agar setiap komoditas yang masuk ke Indonesia memenuhi persyaratan karantina dan tidak membahayakan keamanan hayati nasional.

"Kami ingin memastikan kelancaran perdagangan tetap berjalan, tetapi aspek biosekuriti tidak boleh dikompromikan. Pengawasan yang ketat menjadi bagian dari perlindungan terhadap masyarakat, petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha nasional," ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network