Jejak Arthur Rimbaud, Dubes Prancis Napak Tilas Warisan Sejarah Perkeretaapian di Daop 4 Semarang

Ahmad Antoni
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Monsieur Fabien Penone napak tilas. (foto: istimewa)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Tepat 150 tahun setelah penyair legendaris Prancis Arthur Rimbaud menapaki Pulau Jawa, jejak perjalanan bersejarah tersebut kembali dihidupkan melalui rangkaian napak tilas yang dipimpin langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Monsieur Fabien Penone, Kamis (6/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi simbol eratnya hubungan sejarah dan budaya antara Indonesia dan Prancis, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian warisan perkeretaapian sebagai bagian dari sejarah dunia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan napak tilas di Stasiun Kedungjati, dilanjutkan ke Stasiun Tuntang, dua stasiun bersejarah yang menjadi bagian dari jalur perjalanan Arthur Rimbaud saat tiba di Hindia Belanda pada tahun 1876. 

Kegiatan kemudian ditutup dengan peresmian Pameran "150 Tahun Arthur Rimbaud di Indonesia" di kawasan heritage Lawang Sewu, Semarang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Direktur KAI Wisata, Direktur Alliance Française Semarang, Wali Kota Semarang beserta jajaran, perwakilan Kedutaan Besar Prancis, para sejarawan, sastrawan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah dan budaya.

Perjalanan Arthur Rimbaud, Sejarah Penting Indonesia-Prancis

Perjalanan Arthur Rimbaud di Indonesia menjadi salah satu kisah yang memiliki nilai sejarah penting bagi kedua negara. Berdasarkan berbagai catatan sejarah, Rimbaud tiba di Semarang pada 1 Agustus 1876 sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju wilayah Tuntang sebagai bagian dari penugasannya di Hindia Belanda. 

Dari sana, ia melanjutkan perjalanan darat menuju Salatiga. Meskipun singkat, perjalanan tersebut menjadi bagian dari kisah hidup salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Prancis dan hingga kini terus menjadi objek penelitian para sejarawan.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, *Monsieur Fabien Penone*, menegaskan bahwa napak tilas ini merupakan momentum untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat Prancis, khususnya para penikmat karya-karya Arthur Rimbaud, bahwa sang penyair pernah menginjakkan kaki di Indonesia, termasuk melalui jalur perkeretaapian yang menghubungkan Stasiun Kedungjati, Stasiun Tuntang, hingga Ambarawa.

"Bagi masyarakat Prancis, Semarang merupakan tujuan paling jauh yang pernah dicapai Arthur Rimbaud dalam perjalanannya pada masa itu. Melalui napak tilas ini, kami ingin mempopulerkan kembali jejak tersebut agar semakin dikenal oleh publik di Prancis,” ujar Monsieur Fabien Penone.

“Kami juga berharap sejarah ini dapat menjadi daya tarik yang mendorong lebih banyak wisatawan Prancis berkunjung ke lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Arthur Rimbaud di Indonesia," ujarnya.

Momentum 150 Tahun Perjalanan Arthur Rimbaud

Momentum peringatan 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud menjadi pengingat bahwa jalur kereta api di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah, budaya, dan peradaban yang menghubungkan berbagai bangsa.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa kehadiran Duta Besar Prancis beserta rombongan merupakan kehormatan sekaligus bentuk pengakuan terhadap nilai historis yang dimiliki jaringan perkeretaapian di Jawa Tengah.

"Perkeretaapian tidak hanya menghubungkan kota dengan kota, tetapi juga menghubungkan sejarah, budaya, dan peradaban. Jejak Arthur Rimbaud menunjukkan bahwa lebih dari satu abad lalu, jalur kereta api di Jawa telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah dunia. PT KAI memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan tersebut agar tetap lestari, relevan, dan dapat terus memberikan nilai edukasi bagi masyarakat maupun generasi mendatang," kata Luqman.

Luqman menambahkan, pelestarian aset heritage merupakan bagian dari komitmen PT KAI dalam menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berorientasi pada layanan transportasi, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi, pariwisata, dan diplomasi budaya.

"Kami berharap rangkaian peringatan 150 tahun Arthur Rimbaud ini semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Prancis sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah perkeretaapian Indonesia kepada masyarakat internasional. Heritage perkeretaapian merupakan aset bangsa yang memiliki nilai sejarah tinggi dan dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memberikan manfaat bagi daerah maupun masyarakat," ujarnya.

Sebagai perusahaan yang mengelola jaringan perkeretaapian nasional sekaligus berbagai aset heritage, PT KAI terus berkomitmen menjaga keberlangsungan bangunan-bangunan bersejarah agar tetap hidup dan memberikan manfaat bagi publik.

Stasiun Kedungjati, Stasiun Tuntang, maupun Lawang Sewu tidak hanya menjadi saksi perkembangan transportasi di Indonesia, tetapi juga merekam berbagai peristiwa yang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah bangsa maupun dunia.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah, komunitas sejarah, akademisi, serta mitra internasional, PT KAI terus mendorong pengembangan kawasan heritage perkeretaapian sebagai ruang edukasi, pelestarian budaya, dan destinasi wisata sejarah yang berkelas dunia.

Momentum 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud di Indonesia menjadi bukti bahwa rel kereta api bukan sekadar menghubungkan satu kota dengan kota lainnya, tetapi juga menghubungkan masa lalu dengan masa depan. 

PT KAI akan terus menjaga dan menghidupkan warisan sejarah tersebut sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus jembatan persahabatan antarnegara melalui nilai-nilai sejarah, budaya, dan peradaban.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network