Sosok Gus Rozin, Cicit KH Bisri Syansuri dan Pewaris Tradisi 3 Pesantren Besar di Jawa

Ahmad Antoni
KH Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin. (kanan)

Sementara dari garis sang ibu, Nyai Hj Khuriyah Abdul Fattah, mengalir garis keturunan dari Pesantren Denanyar, Jombang. Nyai Khuriyah merupakan putri dari KH Abdul Fattah Hasyim dan Nyai Hj Musyarofah. Nyai Musyarofah sendiri adalah putri kandung KH Bisri Syansuri. Artinya, dari garis maternal ini, Gus Rozin merupakan cicit KH Bisri Syansuri, salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama. 

Dua garis keturunan besar dari Tambakberas dan Denanyar tersebut kemudian berpadu di Kajen, Margoyoso, Pati. Sejak kecil, Gus Rozin tumbuh dan ditempa di Pesantren Maslakul Huda di bawah bimbingan langsung KH MA Sahal Mahfudh bersama istrinya, Nyai Hj Nafisah Sahal yang merupakan bibi Gus Rozin. Dari Mbah Sahal, Gus Rozin belajar menyatukan keteguhan tradisi keilmuan dengan pemikiran sosial yang responsif terhadap perkembangan zaman.

KH MA Sahal Mahfudh adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014. Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.

Beliau merupakan sosok ulama kontemporer Indonesia yang disegani karena kehati-hatiannya dalam bersikap dan kedalaman ilmunya dalam memberikan fatwa terhadap masyarakat baik dalam ruang lingkup lokal (masyarakat dan pesantren yang dipimpinnya) dan ruang lingkup nasional, karena beliau juga seorang pemikir yang menulis ratusan risalah (makalah) berbahasa Arab dan Indonesia, dan juga aktivis LSM yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap problem masyarakat kecil di sekelilingnya. Beliau diakui juga sebagai salah satu ahli Fiqih terbaik di Indonesia.

Bagi Gus Rozin sendiri, warisan nasab yang terikat kuat dengan para tokoh besar NU ini bukanlah alasan untuk berbangga diri, melainkan sebuah pengingat akan pengabdian. Pertemuan tiga tradisi besar ini menempatkan Gus Rozin tidak hanya sebagai penerus pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, tetapi juga penyambung estafet perjuangan para ulama pendiri NU. 

Silsilah ini memperlihatkan bahwa perjalanan intelektual dan kepemimpinan Gus Rozin terbentuk dari perpaduan nasab pesantren, pendidikan keagamaan, pengabdian sosial, serta tradisi perjuangan Nahdlatul Ulama.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network