SEMARANG, iNewsSemarang.id – Kegiatan Reuni Akbar Aljiro-Smansa Semarang 2026 yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Semarang pada Jumat (21/8/2026) malam, terasa istimewa. Dalam reuni yang diikuti ribuan alumni dari 73 angkatan itu tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
Leprid menganugerahkan penghargaan kepada seluruh alumni dan panitia Reuni Akbar Aljiro-Smansa Semarang 2026 atas prestasi sebagai pemrakarsa dan penyelengara rekor Reuni Akbar Aljiro-Smansa Berbusana Adat Nusantara Terbanyak, diikuti 3.925 peserta dari 73 angkatan.
Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Leprid kepada seluruh alumni dan panitia yang telah menghadirkan kegiatan reuni yang tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui keberagaman busana adat Nusantara.
“Reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tapi juga bagaimana para alumni bersama-sama menghadirkan karya dan prestasi yang memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya. Mengenakan busana adat Nusantara dalam jumlah terbanyak merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman,” kata Paulus.
Menurutnya, penghargaan kepada seluruh alumni dan panitia menjadi penting karena prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama. Alumni menjadi bagian utama dalam pelaksana kegiatan, sedangkan panitia jadi penggerak, pemrakarsa dan penyelenggara.
“Kami berharap prestasi reuni akbar 2026 ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas alumni sekolah lainnya untuk terus membangun kegiatan reuni yang kreatif, positif, edukatif serta berkontribusi bagi pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IKA Aljiro-Smansa Semarang, Koeshartanto menegaskan bahwa Aljiro-Smansa selalu hadir memberikan warna di dalam perjuangan untuk terus bisa mengisi kemerdekaan dan memajukan negeri dengan banyak cara.
“Salah satu cara yang kita yakini adalah bagaimana keberagaman yang kita miliki itu tetap bisa mengantarkan pada satu cita-cita yaitu budaya. Dan kita punya budaya paling gampang dilaksanakan adalah menggunakan baju budaya daerah kita,” ujar Koeshartanto.
“Itulah yang kita sampaikan pada kawan-kawan pada kesempatan reuni akbar yang ke -76, Alhamdulillah puji Tuhan sudah diikuti hampir 4 ribu, persisnya setelah dilakukan evaluasi oleh Pak Paulus (Ketum Leprid), angkanya 3.925. Kami merasa bangga dengan dukungan Leprid karena ini menciptakan rekor,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
