SEMARANG, iNewsSemarang.id – Unjuk rasa ribuan mahasiswa yang tergabung BEM Semarang Raya di Kota Semarang, Rabu (26/6/2026), berakhir tertib, aman dan lancar. Demo yang dipusatkan di kawasan Tugu Muda tanpa diwarnai gesekan antara mahasiswa dengan aparat.
Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang berlangsung damai dan tertib itu tak lepas dari pendekatan dialog dan komunikasi yang dikedepankan Polda Jateng dalam memberikan pelayanan kepolisian terhadap massa demonstrasi.
Dia mengatakan, dalam pelayanan selama aksi penyampaian pendapat, Polri tidak menempatkan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan mahasiswa. Sebaliknya, Polri memandang dirinya sebagai bagian dari proses demokrasi yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat.
“Polisi itu bukan menjadi lawan. Kita berkawan. Dalam sebuah demokrasi, Polri itu adalah kawan demokrasi bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Kombes Pol Basya Radyananda.
Menurutnya, melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, aspirasi mahasiswa dapat difasilitasi dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya.
“Kami selalu akan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Alhamdulillah tadi kesepakatan bisa kita penuhi dan akhirnya berjalan dengan lancar,” katanya.
Dia menambahkan, kesepakatan untuk menjaga ketertiban juga telah dibangun melalui koordinasi antara petugas kepolisian dengan perwakilan mahasiswa.
“Kita sudah berkoordinasi dengan korlap. Semua (polisi dan mahasiswa) ingin agar kegiatan berjalan tertib. Ini yang kita harapkan, karena ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, penyampaian pendapat juga dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan di kawasan Bundaran Tugu Muda tersebut, kepolisian juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga agar arus kendaraan masyarakat tetap dapat berjalan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepolisian dalam kegiatan demokrasi harus memperhatikan seluruh masyarakat, baik mereka yang sedang menyampaikan pendapat maupun masyarakat yang tetap menjalankan aktivitasnya.
Menurutnya, Polri akan terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam memberikan pelayanan terhadap setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
“Demokrasi itu menjamin hak yang menyampaikan pendapat dan juga menjamin hak masyarakat yang tidak sedang menyampaikan pendapat. Ke depan, polisi akan terus mengawal demokrasi dan kami akan menjadi kawan demokrasi bagi teman-teman yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dan kemudian membubarkan diri secara tertib.
“Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik dan kemudian membubarkan diri secara tertib. Sampai seluruh peserta meninggalkan lokasi, saat ini situasi di Kota Semarang dalam keadaan aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta masyarakat yang memberikan ruang kepada Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi nya.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan peserta aksi, yang bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif. Perbedaan aspirasi tidak menghalangi kita untuk tetap saling menghormati,” imbuhnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
