Hasil pemantauan menunjukkan abu vulkanik pada lapisan permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki meluas ke arah barat daya hingga barat laut. Sebaran tersebut mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu, termasuk perairan di sekitarnya serta Samudra Hindia di sebelah barat wilayah tersebut.
Pada lapisan permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki atau 15,24 kilometer, abu vulkanik terpantau lebih jauh di Samudra Hindia sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten. Sebaran pada lapisan ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Keberadaan abu vulkanik di udara mengganggu keselamatan penerbangan. Hasil pengujian paper test pada pukul 07.00 WIB juga mengonfirmasi indikasi positif abu vulkanik di sejumlah bandara.
Sebagai respons, Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) hingga pukul 08.30 WIB. NOTAM tersebut menginstruksikan penutupan sementara delapan bandara sampai pukul 18.00 WIB.
Delapan bandara yang terdampak berada di wilayah Sumatra dan Jawa, yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Selain itu, penutupan sementara juga berlaku di Bandara Budiarto di Curug, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Sumatera Selatan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
