SEMARANG, iNewsSemarang.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kini belum terdeteksi mencapai permukaan wilayah Jawa Tengah (Jateng).
“Jadi dari Kertajati, Tegal, kemudian Cilacap dan Semarang sendiri, paper test-nya negatif,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, dalam siaran pers di Rumah Rakyat Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/8/2026)
Secara teknis, Yoga menjelaskan, pengujian dilakukan selama dua hari dengan menempatkan kertas berwarna hitam atau putih dari pagi hingga malam, untuk mengetahui ada tidaknya material debu yang mengendap.
Menurutnya, Kertajati dan Tegal menjadi sampel yang mewakili wilayah Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara, Cilacap mewakili Jawa Tengah bagian barat.
“Seandainya yang di sebelah barat kita aman, logika sederhananya harusnya semakin ke timur semakin aman. Jadi Semarang dan barangkali sampai Jawa Timur akan aman,” ujarnya.
Meski demikian, Yoga menjelaskan, keberadaan abu di lapisan atmosfer atas tetap berbeda dengan abu yang sampai ke permukaan. Pemantauan satelit dapat mendeteksi material di atmosfer, tetapi belum tentu material tersebut turun ke permukaan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
