Ini Konsekuensinya jika Gugatan Ijazah Gibran Dikabulkan MK, Berpotensi Picu Krisis Politik

Achmad Al Fiqri
Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait ijazah Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sorotan sejumlah kalangan. (foto: dok MPI)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait ijazah Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sorotan sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Akademisi Rocky Gerung.

Dia menyatakan gugatan tersebut berpotensi memicu krisis politik apabila dikabulkan. "Minggu depan MK mulai memproses ijazah palsu Gibran. Akan jadi skandal besar tuh, DPR mesti layani itu. Bagaimana kalau DPR bilang, 'Lanjutkan,' lalu Gibran jatuh, lalu ada yang bilang 'jangan Gibran aja, Prabowo juga mesti jatuh.' Enggak ada soal," kata Rocky dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "Isu Panas Program Prioritas" yang disiarkan di iNews, Selasa (22/9/2026) malam.

Dia mengaku tidak mempermasalahkan apabila skenario tersebut terjadi. Namun, dia menegaskan gugatan yang dibahas berkaitan dengan keabsahan ijazah Gibran, bukan Presiden Prabowo Subianto. "Lalu orang bilang Rocky Gerung bela Prabowo lagi tuh. Lu yang dibahas itu cuman ijazahnya Gibran," ungkap Rocky.

Menurut dia, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi krisis politik apabila gugatan dikabulkan dan Gibran didiskualifikasi dari peserta pemilu. "Kalau Gibran jatuh, terjadi krisis politik, diseret semuanya. Itu yang saya bilang, this is the beginning of the end," ucap Rocky.

Namun, Rocky mengatakan persoalan berikutnya bukan hanya mengenai potensi berakhirnya pemerintahan, melainkan apa yang akan terjadi setelahnya. Dia mempertanyakan arah politik dan sistem yang akan mengisi kondisi tersebut.

"Tapi bukan itu masalahnya, akan terjadi itu. Masalahnya, the beginning after the end, apa? Mau diisi apa? Kapitalisme? Federalisme? Negara agama? Saya sodorin itu, mari kita bicarain after the end, the beginning-nya apa? Buntu semua kan?" ujar Rocky.

Dia juga menanggapi anggapan dirinya menjadi juru bicara Presiden Prabowo. Dia menegaskan dirinya lebih memilih disebut sebagai juru bicara konstitusi.

"Tiba-tiba, 'Rocky Gerung juru bicara presiden.' Gimana caranya orang diajak berpikir kalau mentok di situ? Saya jadi juru bicara konstitusi. Bahkan saya bilang tadi, presiden juru bicara saya, kenapa? Dia ingin mengucapkan prinsip-prinsip yang belum tentu sempurna tentang sosialisme, karena dia anti-kapitalisme sekarang, oligarki ketakutan, fight back," ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network