Cuaca Panas di Jateng Diprediksi hingga Oktober, BMKG: Cegah Dehidrasi dan Hindari Pembakaran

Ahmad Antoni
BMKG Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang menunjukkan wilayah terdampak cuaca panas. (foto: istimewa)

Dia mengatakan, kondisi panas masih dapat dirasakan hingga Oktober karena potensi hujan di Jawa Tengah masih rendah. Memasuki November, hujan mulai berpotensi muncul, meski pada awalnya masih ringan dan terjadi di beberapa wilayah.

“Bulan Oktober mendatang, masih kondisinya curah hujan juga kecil potensinya untuk turun di wilayah Semarang dan juga Jawa Tengah pada umumnya. Sehingga, peningkatan suhu masih terus bisa dirasakan,” ujarnya.

Menghadapi cuaca panas tersebut, BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan minum, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga dapat menyesuaikan waktu aktivitas di luar ruangan, agar tidak terlalu lama terpapar matahari.

“Paparan matahari, radiasi yang cukup tinggi tadi bisa menyebabkan dehidrasi. Untuk asupan, untuk terhidrasi tubuh kita perlu minum,” terangnya.

Ditambahkan, BMKG juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana, selama curah hujan masih rendah. Penggunaan air tanah juga diharapkan dilakukan sesuai kebutuhan, untuk menjaga ketersediaan air.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari pembakaran secara sembarangan selama kondisi kering, termasuk memastikan pembakaran yang dilakukan untuk keperluan tertentu selalu dalam pengawasan. Api juga harus dipastikan benar-benar padam setelah selesai digunakan.

“Dengan kondisi kekeringan, diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan, atau jika melakukan pembakaran sebaiknya dalam pengawasan,” ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network