JAKARTA, iNewsSemarang.id – Hari ini tanggal 30 September mengenang peristiwa berdarah yang dikenal dengan G30S PKI. Peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 itu menjadi sejarah kelam perjalanan bangsa Indonesia.
Gerakan yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI) ini melakukan penculikan terhadap tujuh jenderal, namun satu orang berhasil lolos.
Ketujuh jenderal tersebut adalah Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Letjen (Anumerta) M.T. Haryono, serta Mayjen (Anumerta) D.I. Panjaitan yang langsung dibunuh di rumah masing-masing, sementara Letjen (Anumerta) Suprapto, Letjen (Anumerta) S.Parman dan Mayjen (Anumerta) Sutoyo ditangkap hidup-hidup kemudian disiksa dan dibunuh.
Dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa (29/9/2026), berikut cerita ulang kronologi dari tragedi di malam jahanam itu.
Tepat tanggal 1 Oktober dini hari, Pasukan Tjakrabirawa di bawah pimpinan letnan kolonel Untung memulai aksinya dengan melakukan penculikan terhadap 7 jenderal. Pasukan Tjakrabirawa bergerak dari lapangan udara menuju Jakarta Selatan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
