SEMARANG, iNewsSemarang.id – SMP Negeri 27 Semarang punya cara edukatif dalam menanamkan karakter antikorupsi dan budaya kejujuran kepada para siswanya. Salah satunya lewat gelaran wayang oleh dalang cilik.
Adalah Muhammad Harun Purbowo, siswa kelas 8 SMPN 27 tampil energik dan trampil dalam memainkan wayang kulit dengan lakon Ramayana. Aksi Harun dalam kegiatan Rabu Mandiri itu disaksikan ratusan siswa dan guru di halaman sekolah, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, gelaran wayang dengan lakon Ramayana itu menggambarkan seorang murid yang iri dengan teman-temannya hingga membuatnya meninggalkan perguruan.
Ringkas cerita, sang guru mencari muridnya sehingga muncul konflik di antara mereka hingga terjadi peperangan. “Pesan dari cerita (wayang) ini jangan iri dan harus instropeksi diri sendiri,” ujar Harun yang belajar mendalang sejak kelas 4 SD ini.
Kepala SMPN 27 Semarang, Sutadi, menjelaskan bahwa gelaran wayang dengan dalang cilik ini merupakan bagian kegiatan pagi dinamis yakni dimensi, profil lulusan, integritas antikorupsi menuju insan sehat berakhlak mulia.
“Pembiasaan setiap Senin sampai Jumat yang temanya ganti-ganti. Kita mengambil tema dari nilai 8 dimensi profil lulusan dan nilai anti korupsi,” ujar Sutadi.
“Pagi ini mengangkat Rabu mandiri dengan gelaran wayang serial Ramayana yang menanamkan konsep antikorupsi, kejujuran, tanggung jawab dan kemandirian,” ujarnya.
Menurutnya, pada momen sebelumnya sudah digelar pada bentuk yang lain. “Alhamdulillah SMP 27 memilki bakat dalang cilik yang hari ini digelar dalam Rabu mandiri,” ucapnya.
Guru Pendidikan Pancasila, Muntiaroh menambahkan, Program SJSS (Sekolah Jujur, Sekolah Saya) bertujuan membangun budaya kejujuran dan karakter antikorupsi di lingkungan sekolah.
“Sehingga kejujuran tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari,” imbuhnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
