"Bila kita bandingkan dengan kondisi normalnya, maka musim hujan diprediksi mundur akibat dampak kemarau lebih panjang dan anomali iklim El Nino sangat kuat, serta IOD positif," jelasnya.
Zauyik menjelaskan, sebagian besar wilayah provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi ini, mengalami awal musim hujan yang mundur lebih dari satu bulan atau tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Secara umum, durasi musim hujan 2026-2027 diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan.
Karena itu, menjelang musim hujan, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik. Terlebih, terdapat potensi bencana hidrometeorologis yang perlu diwaspadai, terutama saat masa pancaroba.
Selain masyarakat, sektor pertanian juga diminta mewaspadai potensi banjir serta mengoptimalkan kebersihan saluran irigasi.
"Waspadai banjir bandang, longsor, dan puting beliung pada pancaroba. Jika awal musim hujan diprediksi terjadi pada November, maka pancaroba diprediksi mulai pertengahan Oktober sebagai masa peralihan musim," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
