Karhutla Landa Kawasan Gunung Lawu dan Sumbing, Water Bombing Terkendala Angin Kencang dan Cuaca

Ahmad Antoni
Karhutla melanda kawasan Gunung Sumbing. (foto: istimewa)

SEMARANG, InewsSemarang.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, dan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, terus dilakukan.

Dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan kebakaran Gunung Lawu telah ditingkatkan menyusul penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," katanya seusai meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (20/8).

Dia menjelaskan, operasi pemadaman melalui udara atau water bombing telah dilakukan sebanyak dua sorti (penerbangan). Namun, upaya tersebut menghadapi kendala angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu telah berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Petugas gabungan juga melakukan pemadaman manual dan pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas.

152 Pendaki Dievakuasi dari Kawasan Sumbing

Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing terjadi di kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Sebanyak 152 pendaki dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut.

Adapun untuk Gunung Sumbing, kata Luthfi,  pemadamannya untuk sementara dilakukan melalui jalur darat, sambil menunggu dukungan pemadaman udara, dengan mempertimbangkan perkembangan kebakaran dan kondisi operasi di lapangan.

Selain mengoptimalkan pemadaman, Luthfi meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran. Ia telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

"Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan.

Tindakan seperti pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari karena berpotensi memicu kebakaran.

"Harapan saya, saya mengimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan," ujarnya.
 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network