Perwira Kopassus Lulusan Pendidikan Militer Rusia Meninggal Diduga Ditembak saat Bertugas di Solo

Tim iNews
Komando Pasukan Khusus (Kopassus). (foto: ilustrasi/istimewa)

Desakan agar kasus insiden penembakan perwira muda lulusan pendidikan militer Rusia ini diusut terang benderang terus mengalir. Tokoh pemuda Papua Barat Daya, Syarifuddin Sabonama, menegaskan bahwa negara harus memberikan keadilan atas kematian tidak wajar yang menimpa prajurit asal Papua. 

"Kopassus mungkin hanya kehilangan satu prajurit terbaiknya, tetapi keluarga kehilangan almarhum untuk selama-lamanya. Setiap darah anak Papua yang meninggal tidak wajar saat bertugas harus diusut tuntas agar keadilan tegak," ujar Syarifuddin.

Anggota DPD, Hartono, yang hadir melayat ke rumah duka berkomitmen mengawal penanganan kasus tersebut ke tingkat pusat. Hartono mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI Rafael Granada Baay, serta berencana membawa persoalan ini ke meja rapat dewan.

Danrem 181/PVT Sorong Brigjen TNI Slamet Riadi dan Dangrup 6 Kopassus Brigjen TNI Richard Arnold Y Sangari yang memimpin upacara pemakaman menegaskan komitmen moral kesatuan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan peradilan militer yang berlaku.

Hingga saat ini, Mako Kopassus belum mengeluarkan pernyataan resmi tertulis mengenai motif maupun perkembangan penahanan terhadap terduga pelaku penembakan.

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network