Konsep tersebut terbukti memberikan dampak ekonomi. Pada 2025, omzet pengelolaan Desa Wisata Candirejo mencapai sekitar Rp2,25 miliar dalam setahun. Manfaatnya juga tidak hanya dirasakan warga yang terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata. Melalui donasi dusun dan pembagian sisa hasil usaha (SHU), koperasi berupaya agar manfaat ekonomi menjangkau masyarakat di 15 dusun.
"Kurang lebih 80 persen masyarakat bisa tersentuh, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelasnya.
Selain ekonomi, keberadaan desa wisata juga mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan dan kecintaan generasi muda terhadap kesenian tradisional. Bahkan, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat, seiring kedatangan wisatawan.
“Dulunya Candirejo merupakan desa miskin, sekarang sudah berubah dan naik kelas. Setelah jadi Desa Wisata, kami banyak dibantu oleh Pemprov Jateng untuk promosi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan, khususnya di kawasan sekitar Borobudur.
Menurutnya, Borobudur memang menjadi magnet utama pariwisata. Namun, potensi di desa-desa sekitarnya juga tidak kalah menarik, mulai dari kerajinan, kuliner, budaya, hingga ekonomi kreatif. Ini sebagai bentuk semangat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Borobudur hanya menjadi magnetnya, tetapi wisatawan kita bawa untuk melihat berbagai potensi yang tersebar di desa-desa wisata," ujarnya.
Untuk memperluas potensi tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan peluncuran 1.000 desa wisata baru pada 23–25 November 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah. Hanung menjelaskan, saat ini Jawa Tengah memiliki 899 desa wisata yang sudah berjalan. Dengan tambahan 1.000 desa wisata baru, jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 1.899 desa wisata.
“Peluncuran itu akan dirangkai dengan Festival Desa Wisata, dan pemilihan Mas dan Mbak Jawa Tengah,” tandasnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
