Pertama Kali Lihat Kakbah, Tangis Bahagia Jamaah Haji Indonesia Pecah

MEKKAH, iNewsSemarang.id - Pertama kali dalam sepanjang hidupnya melihat Kakbah, tangis haru dan bahagia jamaah haji asal Indonesia pecah. Mereka seperti tak kuasa lagi meluapkan rasa haru dan bahagianya selain hanya dengan meneteskan air mata.
Seperti yang dirasakan Anisa Khoirunisa, jamaah haji asal Garut, Jawa Barat. Anisa pertama kali berangkat haji pada tahun ini. Rasa syukur terus diucapkan Anisa.
Tangis Anisa pun pecah saat pertama kali melihat Kakbah. Air matanya mengalir membasahi kedua pipinya.
"Alhamdulillah ya Allah, pertama melihat Kakbah saya menangis terharu dan pertama kali saya ke sini langsung ingat sama emak," kata Anisa di Masjidil Haram.
Doa Anisa di depan Kakbah tidak muluk-muluk. Dia berdoa agar bisa kembali ke Tanah Suci bersama keluarga dan anak-anaknya. Anisa dan suami menabung bersama-sama untuk bisa berangkat haji pada tahun ini.
"Usaha bisa sampai berangkat ke haji dengan doa orangtua dan suami, ngumpulin uang nabung sama suami hampir setahun lah," kata Anisa yang sudah merindukan 3 anaknya.
Jamaah haji lainnya bernama Deni Iqbal Samsori juga mempunyai pengalaman yang sama. Ini merupakan haji pertama bagi Deni setelah menunggu 12 tahun lamanya.
"Alhamdulillah bersyukur sekali kepada Allah SWT bisa berangkat ke sini, bahagia sekali soalnya dari sekian juta dari Indonesia hanya sebagian bisa datang ke sini sangat terharu sekali," ujar Deni jamaah asal Garut.
Doa yang dipanjatkan Deni agar bisa kembali ke sini bersama orangtua, anak hingga keluarga besarnya. "Apalagi ke Makkah bisa haji bersama-sama soalnya sekarang kalau daftar nunggu agak lama," ujarnya.
Bagi jamaah haji lainnya bernama Abdul Yadin Ahmad, berangkat ke Tanah Suci kerinduan yang paling mendalam. Pernah pergi umrah pada 2014, namun dirinya baru pertama kali naik haji tahun ini.
Abdul jamaah haji asal Banjarnegara, Jawa Tengah menunggu 11 tahun untuk bisa berangkat haji dan sempat tertunda 2 tahun akibat Pandemi Covid-19.
"Sekarang saya menangis sekali karena istri saya tidak ikut karena belum daftar dan harapan saya untuk anak dan istri saya kita doakan harus ibadah ke Tanah Suci Makkah dan Madinah," katanya.
Saat melihat Kakbah, tangis Abdul pun pecah karena langsung ingat dengan istri dan orangtuanya. Orangtua Abdul tengah sakit stroke dan berharap bisa sembuh.
"Harapan saya mudah-mudahan haji saya bisa diterima Allah SWT, saya bisa pulang ke Tanah Air ketemu sanak saudara dan keluarga," harapnya.
Abdul juga puas dengan pelayanan haji 2022. Para petugas siaga membantu dirinya saat sempat terpisah dengan rombongan.
"Karena mau tawaf saya sendirian dan alhamdulillah ketemu dengan panitia haji Indonesia saya sangat senang sekali," tukasnya.
Editor : Agus Riyadi