Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abdul Kadir Karding Harapkan Undip Produksi Pemimpin untuk Generasi Indonesia Emas 2045
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Ahmad Syauqy, Cucu Buya Hamka Jadi Dosen FK Undip yang Menekuni Keilmuan Gizi

Kamis, 04 Januari 2024 | 09:16 WIB
  • author Ahmad Antoni
Sosok Ahmad Syauqy, Cucu Buya Hamka Jadi Dosen FK Undip yang Menekuni Keilmuan Gizi
Ahmad Syauqy, cucu Buya Hamka yang kini menjadi Dosen Fakultas Kedokteran Undip. (IST)

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D. adalah salah satu cucu dari pahlawan nasional Indonesia yakni Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal Buya Hamka. Buya Hamka merupakan tokoh sekaligus ulama yang berpengaruh berkat pemikiran dan pengetahuannya tentang pendidikan, politik, sastra, dan agama. 

Ahmad Syauqy pun turut mengikuti jejak sang kakek dengan mengabdikan diri menjadi dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), menekuni bidang keilmuan di bidang Gizi, khususnya tentang Pola Diet, Sindrom Metabolik, serta Biostatistik.

“Studi Epidemiologi Gizi saat ini banyak mengalami pergeseran dari yang tadinya hanya melihat satu makanan atau single diet menjadi beberapa jenis makanan yang terdapat dalam satu piring makan atau whole diet,” kata Syauqy dikutip dari laman resmi Undip, Kamis (4/1/2024).

“Kebiasaan makan seseorang akan membuat sebuah pola, yang disebut sebagai pola diet atau dietary patterns. Ada pola diet yang memiliki kecenderungan kearah pola yang sehat, dan ada pula pola diet yang memiliki kecenderungan tidak sehat,” katanya.

Menurutnya, semakin sehat pola diet seseorang, maka semakin terhindar Ia dari penyakit kronis. Sebaliknya, pola diet tidak sehat akan menjadi faktor risiko untuk terkena penyakit kronis. 

Sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala dari beberapa faktor risiko kardiovaskuler termasuk hipertensi, obesitas sentral, dislipidemia, dan hiperglikemia. 

Editor: Maulana Salman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut