Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Obor Jepara, Tradisi Sedekah Bumi dan Ritual Tolak Bala usai Masa Panen
Advertisement . Scroll to see content

Sarat Makna, Begini Tradisi Kenduri Idul Fitri di Temanggung

Kamis, 11 April 2024 | 11:44 WIB
  • author Ramaditya Barka
Sarat Makna, Begini Tradisi Kenduri Idul Fitri di Temanggung
Warga menikmati hidangan bersama selepas shalat Ied sebagai wujud syukur dan menjaga hubungan sosial. Foto: iNews.id/Ramaditya

“Islam menghendaki keseimbangan. Setelah satu bulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan Idul Fitri. Secara spiritual sebagai wujud syukur, dan bahkan pada hari raya ini dilarang untuk berpuasa,” terangnya.

Di sisi lain, Mustafidin, Pendamping Lokal Desa (PLD) yang turut hadir, mengatakan kenduri memiliki dimensi sosial untuk mengembalikan tatanan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya dengan menikmati hidangan bersama dalam suasana penuh syukur, diharapkan hubungan sosial dapat terjaga. Pada hari raya itu, semuanya bisa merayakannya dalam suasana bahagia.

“Kenduri juga memiliki arti untuk menjaga hubungan manusia dengan alam. Di dalamnya juga dipanjatkan doa tola bala, agar kita semua dijauhkan dari bencana dan marabahaya. Ini semua sebagai kearifan lokal, warisan leluhur yang perlu terus kita jaga,” katanya.

Editor: Sulhanudin Attar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut