Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 6 Tahun Terputus, Akses Jembatan Merah Putih Presisi Kini Bisa Dinikmati 1.500 Warga Jabungan
Advertisement . Scroll to see content

Pembunuhan Sadis Perempuan di Sukoharjo Terungkap, Ini Tampang dan Motif Pelaku

Rabu, 24 April 2024 | 15:02 WIB
  • author Ahmad Antoni
Pembunuhan Sadis Perempuan di Sukoharjo Terungkap, Ini Tampang dan Motif Pelaku
Tiga pelaku pembunuhan perempuan yang jasadnya dibungkus plastik saat digelandang di Mapolda Jateng, Rabu (24/4). Foto: A.Antoni

SEMARANG, iNewsSemarang.id – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan yang jasadnya dibungkus plastik di Kabupaten Sukoharjo

Polisi menangkap tiga pelaku yang menghabisi korban Bernama Serlina, warga Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

Tiga pelaku pembunuhan yang ditangkap yakni berinisial DP (22), RMS (21), dan GS (29), semuanya warga Polokarto, Kabupaten Sukorharjo. Mereka ditangkap di tempat berbeda pada Minggu (21/4) dan Senin (22/4).

Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada 8 April 2024 dan jasad korban baru ditemukan pada 14 April 2024. Kapolda Jateng mengungkapkan pembunuhan dilakukan karena motif ekonomi.

"Pelaku membutuhkan uang untuk berlebaran dan membayar utang," ungkapnya saat memberikan keterangan pers dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut di Lobby Mapolda Jateng, Rabu (24/4/2024).

Irjen Luthfi membeberkan kronologi peristiwa pembunuhan berawal ketika salah satu pelaku berinisial DP yang merupakan otak dari kejahatan tersebut menghubungi korban untuk bertemu setelah bekerja.

Ketika korban datang, para pelaku kemudian menghabisi nyawa korban dengan cara menjerat lehernya menggunakan sabuk seragam pencak silat.

Selain itu, pelaku juga memukul korban dengan batu yang ada di lokasi kejadian. Usai membunuh korbannya, tiga pelaku kemudian membawa kabur harta benda milik korban dan membuang jasadnya dengan dibungkus plastik.

Atas perbuatannya, ketiga dijerat dengan Pasal 338 atau Pasal 339 atau Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan.
 

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut