Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abdul Kadir Karding Harapkan Undip Produksi Pemimpin untuk Generasi Indonesia Emas 2045
Advertisement . Scroll to see content

Undip Buka Suara soal Penetapan 3 Tersangka, Masih Bekerja seperti Biasa

Kamis, 26 Desember 2024 | 14:54 WIB
  • author Eka Setiawan
Undip Buka Suara soal Penetapan 3 Tersangka, Masih Bekerja seperti Biasa
Mendiang dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). Foto: Ist

SEMARANG,, iNewsSemarang.id - Universitas Diponegoro (Undip) buka suara terkait penetapan tersangka oleh Polda Jateng kepada 3 orang civitas akademika setempat terkait kasus pemerasan mahasiswi PPDS Anestesi FK Undip dr. Aulia Risma Lestari.

Kuasa Hukum dan Juru Bicara Undip Kaerul Anam menyebut karena sudah masuk tahap pro justicia pihak Undip tentu menghormati proses hukumnya.

"Undip akan memberikan bantuan hukum dengan harapan mendapatkan keadilan berdasarkan kebenaran senyatanya bukan berdasar kepentingan pihak tertentu," tulis Kaerul, Kamis (26/12/2024).

Dia mengatakan ada 3 tersangka, yakni Kaprodi PPDS Anestesi, staf admin dan satu lagi mahasiswi PPDS.

"Semuanya masih menjalankan pekerjaannya sebagaimana mustinya," sambungnya.

Undip, sebutnya, tetap memegang azas praduga tak bersalah, mengikuti proses hukum yang berjalan.

"Senior dari korban tetap mengikuti proses belajar seperti biasa," tandasnya. 

Diketahui, 3 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng adalah; Kaprodi PPDS Anestesiologi FK Undip Taufik Eko Nugroho dan stafnya Sri Maryani. Tersangka ketiga adalah Zara Yupita Azra yang merupakan senior korban. 

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut