Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rumah Keluarga Botok di Pati Diduga Ditembaki OTK hingga Kaca Pintu Pecah, Polisi Turun Tangan
Advertisement . Scroll to see content

DPR Nilai Respons Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi Terlalu Arogan dan Menghina Media

Selasa, 25 Maret 2025 | 11:24 WIB
  • author Achmad Al Fiqri
DPR Nilai Respons Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi Terlalu Arogan dan Menghina Media
Gedung DPR RI (foto: Okezone)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Respons Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi soal teror kiriman kepala babi ke Kantor Tempo dengan mengatakan 'dimasak saja' menuai sorotan berbagai pihak. Salah satunya Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Andreas Hugo Pareira yang menilai pernyataan Hasan Nasbi mencerminkan sikap yang miskin etika. 

"Respon jubir istana yang menyuruh agar kepala babi tersebut dimasak adalah arogan yang berbau penghinaan terhadap media. Tidak pantas seorang Jubir yang merepresentasikan suara istana berkata demikian," ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Selasa (25/3/2025).  

Andreas juga menganggap pernyataan Hasan Nasbi nirempati dan tak menghormati hak asasi manusia (HAM). Padahal, kata Andreas, konstitusi telah mengatur bahwa negara harus menjami hak pekerjaan yang layak bagi setiap warga.

“Konstitusi kita mengatur negara menjamin hak atas pekerjaan yang layak bagi setiap warganya. Layak di sini artinya termasuk dari sisi kenyamanan dan keamanan. Dan jaminan atas pekerjaan merupakan hak asasi manusia,” terangnya.

Oleh karena itu, Andreas mengecam pernyataan Hasan Nasbi. Menurutnya, ancaman terhadap jurnalis dan media massa seharusnya ditanggapi dengan serius, bukannya dengan guyonan tidak bermutu.

"Pemerintah seharusnya mengambil sikap serius terhadap upaya intimidasi terhadap pers, bukan justru meremehkan insiden ini," tegasnya.

"Pernyataan yang dianggap bercanda atau meremehkan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap komitmen Pemerintah dalam melindungi kebebasan pers," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, Hasan Nasbi ikut menyampaikan pernyataannya soal ancaman teror kepala babi yang diterima Cica, wartawan host program Bocor Alus Politik, Tempo. Dengan santai, ia menyuruh Cica memasak kepala babi yang dikirimkan orang tak dikenal itu. 

"Sudah dimasak saja, dimasak saja," kata Hasan Nasbi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (21/3). 

Hasan Nasbi mengatakan, teror kepala babi yang dikirim ke Kantor redaksi Tempo merupakan masalah media itu dengan pihak lain. “Ini kan kami engga tahu. Ini problem mereka dengan entah siapa. Entah siapa yang mengirim. Buat saya engga bisa tanggapi apa-apa," bebernya.

 

(Arni Sulistiyowati) 

 

Editor: Maulana Salman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut