Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Dirtek Java United Achmad Resal Diduga Rasialis ke Shin Tae-yong, Begini Kronologinya
Advertisement . Scroll to see content

Viral Dokter PPDS Anestesi Diduga Perkosa Penunggu Pasien usai Dibius, Modus Pengecekan Darah

Rabu, 09 April 2025 | 16:10 WIB
  • author Muhamad Fadli Ramadan
Viral Dokter PPDS Anestesi Diduga Perkosa Penunggu Pasien usai Dibius, Modus Pengecekan Darah
Ilustrasi pemerkosaan.(Foto:Dok MNC Media)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - Viral dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga perkosa penunggu pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. 

Parahnya, aksi kekerasan seksual ini dilakukan bukan hanya oleh satu orang, melainkan dua oknum dokter PPDS Anestesi Unpad. Korban dibius terlebih dulu sebelum dirudapaksa. Berikut kronologi lengkapnya.

Informasi yang didapat iNews.id dari akun Instagram @ppdsgram, oknum dokter PPDS membius korban dengan dalih ingin mengambil darah. Hal ini dilakukan dengan alasan pasien membutuhkan donor darah.

"Assalamualaikum dok, izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 residen anestesi PPDS FK Unpad melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius," tulis informasi awal kejadian ini, dikutip Rabu (9/4/2025).

Kasus pemerkosaan ini diketahui karena adanya rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi dua oknum dokter PPDS anestesi tersebut. Kini, keluarga korban memutuskan menempuh jalur hukum untuk menuntut perbuatan pelaku.

Dibeberkan pula kronologi pembiusan dan dugaan pemerkosaan ini bermula saat korban yang merupakan seorang perempuan menjaga ayahnya di ruangan ICU yang membutuhkan darah saat tengah malam untuk operasi.

Kemudian, terduga pelaku datang dengan modus menawarkan korban agar cepat mendapat pelayanan crossmatch darah yang merupakan prosedur penting sebelum transfusi darah untuk memastikan kecocokan antara darah donor dan penerima.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut